WartaKota/

Bekasi Makin Parah karena Ribuan Bangunan Liar Permanen Menjamur di Bantaran Kali

Mereka merasa berhak karena beli tanah milik pengairan. Akibatnya, bangunan liar pun menjamur.

Bekasi Makin Parah karena Ribuan Bangunan Liar Permanen Menjamur di Bantaran Kali
Warta Kota/Fitriyandi Al Fajri
Suasana bangli di Kelurahan Medansatria, Kota Bekasi, Senin (11/9). Pemerintah setempat berencana akan membongkar bangli untuk dimanfaatkan sebagari Ruang Terbuka Hijau (RTH) atau jalan baru. 

WARTA KOTA, BEKASI -- Banyaknya bantaran kali diperjualbelikan oleh sejumlah kalangan telah menjadikan kawasan terlarang itu berdiri bangunan liar.

Mereka merasa berhak karena beli tanah milik pengairan.

Akibatnya, bangunan liar pun menjamur.

Pemandangan kumuh melanda di Kota Bekasi akibat banyaknya bangunan liar dibangun.

Kecamatan Medansatria mendata ada sekitar 1.000 bangunan liar (bangli) yang masih berdiri di wilayah setempat.

Pemerintah setempat menargetkan, akhir tahun bangli tersebut bisa ditertibkan petugas.

"Mereka berdiri di lahan negara dalam hal ini, Perusahaan Jasa Tirta (PJT) II pada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR)," ujar Camat Medansatria, M Taufik pada Senin (11/9/2017).

Taufik mengatakan, ribuan bangunan itu tersebar di empat kelurahan setempat, seperti di Kelurahan Pejuang, Medansatria, Kalibaru dan Harapan Mulya. Dari empat kelurahan itu, bangli yang paling banyak berada di wilayah Medansatria dengan jumlah sekitar 600 unit.

"Bangli paling banyak kedua di Kelurahan Pejuang ada 300 unit, lalu di Kalibaru dan Harapan Mulya masing-masing sekitar 30 bangunan," kata Taufik.

Taufik mengatakan, pihaknya terus berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bekasi ihwal rencana pembongkaran bangunan itu. Biasanya bangunan yang dibongkar akan digunakan untuk ruang terbuka hijau (RTH) atau jalan baru yang permukaan jalannya dibeton. "Ada juga bangli yang dibongkar untuk memudahkan petugas menormalisasi kali," jelas Taufik.

Halaman
12
Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help