WartaKota/

Hari Terakhir, IIBF Dipadati Pengunjung

Ramainya suasana sudah terlihat sejak siang hingga petang hari ini, Minggir (20/9). Ribuan pengunjung didominasi oleh anak-anak dan kalangan muda

Hari Terakhir, IIBF Dipadati Pengunjung
Warta Kota/Dwi Rizki
Suasana Indonesia International Book Fair (IIBF) yang digelar di Assembly Hall Jakarta Convention Center (JCC) Senayan sejak 6 hingga Minggu, 10 September 2017. 

WARTA KOTA, KEBAYORAN BARU -- Memasuki hari terakhir Indonesia International Book Fair (IIBF) yang digelar di Assembly Hall Jakarta Convention Center (JCC) Senayan sejak 6 hingga 10 September 2017, pameran buku terbesar di Indonesia itu dipadati pengunjung.

Ramainya suasana sudah terlihat sejak siang hingga petang hari ini, Minggu (20/9).

Ribuan pengunjung yang didominasi oleh anak-anak dan kalangan muda itu terlihat bersusulan memasuki pameran yang dibuka gratis untuk umum.

Suasana Indonesia International Book Fair (IIBF) yang digelar di Assembly Hall Jakarta Convention Center (JCC) Senayan sejak 6 hingga Minggu, 10 September 2017.
Suasana Indonesia International Book Fair (IIBF) yang digelar di Assembly Hall Jakarta Convention Center (JCC) Senayan sejak 6 hingga Minggu, 10 September 2017. (Warta Kota/Dwi Rizki)

Riuh rendahnya suasana pun terlihat di setiap booth pameran, seperti booth Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kompas Gramedia hingga panggung utama yang berada di ujung Assembly Hall.

Bukan hanya mencari buku menarik, diskon penutupan pameran ataupun sekedar melihat-lihat, pengunjung juga terlihat antusias mengikuti beragam kegiatan.

Seperti halnya Nina (32) warga Pinang Ranti, Makasar, Jakarta Timur. Dirinya terlihat asik mencari kata-kata anti korupsi yang tersembunyi dalam lembar kuis di booth KPK.

Menurutnya, permainan yang digelar pihak KPK sangat mengedukasi masyarakat, khususnya anak-anak untuk memahami maksud dari gerakan tolak korupsi.

"Berani jujur itu hebat, slogannya KPK ini sederhana tapi mengena. Soalnya kalau jujur, sudah pasti nggak korupsi. Kalau saya lihat (permainan) bagus ya buat anak-anak, jadi anak-anak diajarin kalau korupsi itu bukan cuma uang, tapi bisa waktu sampai nggak ngerjain PR (Pekerjaan Rumah) aja itu bisa dibilang korupsi," ungkapnya sumringah.

Pagelaran yang dinilainya baik itu diharapkannya, dapat digelar secara berkala.

Tidak hanya setiap tahun, tetapi setiap bulan, sehingga dapat memancing minat masyarakat untuk kembali membaca, khususnya buku-buku terbitan penulis Indonesia.

"Jadi kalau bisa setiap bulan, karena jujur aja, adanya HP (ponsel) ini mudahin orang banget buat baca, tapi bacaan terbatas dan feel-nya beda-nggak kayak waktu kita pegang buku. Walau tebel, pasti asik bacanya," tutupnya bangga sembari menunjukkan beberapa buah buku yang dibelinya. (dwi)

Penulis: Dwi Rizki
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help