WartaKota/
Home »

Depok

Petugas Satpol PP Ultimatum PKL Liar di Jalan Pipit Depok

"Surat peringatan ke tiga sudah kita layangkan Rabu lalu. Lahan yang dipakai para PKL adalah lahan fasos fasum," katanya.

Petugas Satpol PP Ultimatum PKL Liar di Jalan Pipit Depok
Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Satpol PP Depok melakukan monitoring dan melayangkan SP ketiga ke sejumlah PKL dan pemilik bangunan liar di Jalan Pipit Raya. 

WARTA KOTA, DEPOK -- Belasan pedagang kaki lima (PKL) dan pemilik bangunan liar di Jalan Pipit, Kelurahan Depok Jaya, Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok, diultimatum petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Depok untuk segera pindah dan membongkar bangunan semi permanen mereka.

Sebab mereka berjualan dan membuat bangunan semi permanen di lahan yang merupakan fasos fasum milik warga dan Pemkot Depok.

Kasatpol PP Depok Dudi Miraz menerangkan ultimatum kepada para PKL sudah diberikan secara tertulis dengan bentuk surat peringatan (SP) ke III pada Rabu (6/9/2017).

Satpol PP Depok melakukan monitoring dan melayangkan SP ketiga ke sejumlah PKL dan pemilik bangunan liar di Jalan Pipit Raya.
Satpol PP Depok melakukan monitoring dan melayangkan SP ketiga ke sejumlah PKL dan pemilik bangunan liar di Jalan Pipit Raya. (Warta Kota/Budi Sam Law Malau)

Ini berarti pekan depan jika mereka tidak juga memindahkan atau membongkar bangunannya maka Satpol PP akan melayangkan surat perintah bongkar sebelum pembongkaran paksa dilakukan.

"Surat peringatan ke tiga sudah kita layangkan Rabu lalu. Lahan yang dipakai para PKL adalah lahan fasos fasum," katanya.

Karenanya kata Dudi keberadaan para PKL dianggap melanggar Peraturan Daerah (Perda) Kota Depok Nomor 16 Tahun 2012 tentang Pembinaan dan Pengawasan Ketertiban Umum.

Sebelumnya kata Dudi pihaknya sudah melayangkan SP ke satu dan kedua. Namun karena hampir sebagian besar PKL bertahan pihaknya mengeluarkan SP ketiga Rabu lalu.

Ia berharap para PKL mau membongkar sendiri lapak dan bangunan mereka, sehingga nantinya Satpol PP tidak perlu melakukan pembongkaran paksa.

"Kita utamakan cara persuasif dahulu. Jika tidak juga diindahkan terpaksa kita tindak tegas dengan bongkar paksa," katanya.

Nantinya lahan fasos fasum yang ditempati para PKL kata Dudi akan dijadikan ruang terbuka hijau atau pedestrian untuk menambah kenyamanan warga.

Selain itu dengan tidak adanya PKL di sana, maka kesan kumuh di Jalan Pipit tidak ada lagi.

Bastian, salah seorang warga,mengaku senang jika sejumlah PKL di sana ditertibkan sehingga tidak menganggu pemandangan.

Menurutnya keberadaan PKL juga tak jarang membuat lingkungan menjadi kotor.

"Sudah selayaknya memang keberadaannya ditertibkan. Kami mengapresiasi upaya Satpol PP ini," katanya.(bum)

Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help