WartaKota/
Home »

Bisnis

» Makro

Manajemen Hotel 88 Fatmawati Lakukan Upaya Unik Semangati Pekerja Proyek MRT

Hotel 88, yang bermain di segmen budget, merasakan benar imbas dari sisi bisnis sejak proyek itu berlangsung.

Manajemen Hotel 88 Fatmawati Lakukan Upaya Unik Semangati Pekerja Proyek MRT
Warta Kota/Feryanto Hadi
Berjalannya mega proyek Mass Rapid Transit (MRT) di sepanjang Jalan Fatmawati, sedikit banyak mengusik roda bisnis para pelaku usaha di kawasan itu. 

WARTA KOTA, KEBAYORAN BARU - Berjalannya mega proyek Mass Rapid Transit (MRT) di sepanjang Jalan Fatmawati, sedikit banyak mengusik roda bisnis para pelaku usaha di kawasan itu.

Tidak sedikit pemilik usaha menutup rukonya, lantaran omzet yang mereka dapatkan tidak seimbang dengan biaya yang dikeluarkan. Hal ini diakibatkan penyempitan jalan yang dilakukan serta dampak kemacetan akut yang melanda kawasan itu akibat adanya proyek tersebut.

Usaha perhotelan menjadi salah satu ‘korban’ dari proyek MRT. Hotel 88, yang bermain di segmen budget, merasakan benar imbas dari sisi bisnis sejak proyek itu berlangsung.

Seperti diungkapkan Manajer Hotel 88 Fatmawati, Rio Nofiando Atje, sejak proyek MRT di ruas Fatmawati dimulai, okupansi hotel itu mengalami penurunan drastis.

“Kami baru launching pada September 2016. Usaha mulai berkembang dengan kedatangan tamu yang lumayan baik hingga tiga bulan kemudian.  Namun, pada Januari, terjadi penurunan drastis sampai sekarang. Okupansi sangat rendah,” kata Rio saat berbincang dengan Warta Kota di Hotel 88 Fatmawati di Jalan RS Fatmawati No.4, Gandaria Utara, Kebayoran Baru, Jumat (8/9/2017) petang.

Penyebab penurunan tamu hotel menurutnya, karena Jalan Fatmawati menjadi salah satu jalan yang diimbau tidak dilintasi karena ada pengerjaan proyek. Banyak lokasi usaha kehilangan lahan parkirnya karena ada pelebaran jalan. Sebagian usaha bidang niaga menurut Rio bahkan tutup akibat pasar yang lesu.

“Di sejumlah persimpangan jalan ada imbauan supaya jangan melintasi kawasan Fatmawati. Akibatnya, bisnis di sini jadi lesu dan berimbas pada tamu hotel seperti kami,” imbuhnya.

Sementara itu, Mettyn Yan Harahap selaku Corporate Director of Sales & Marketing Waringin Hospitaly Hotel Group, yang membawahi Hotel 88 menyatakan, Hotel 88 Fatmawati mengalami penurunan omzet drastis semenjak adanya proyek MRT.

“Kami bergerak di segmen hotel budget, menyasar para pebisnis yang punya mobilitasi tinggi. Sejak adanya proyek ini, praktis terjadi penurunan mobilitas bisnis di kawasan ini dan imbasnya okupansi kami juga menurun,” katanya.

Bahkan, kata Metty, dalam beberapa bulan, pihak Hotel 88 merugi akibat pendapatan lebih sedikit dari biaya operasi yang dikeluarkan. Pada dasarnya, Metty menambahkan, pihaknya mendorong program MRT yang dicanangkan pemerintah. Namun, ia mempertanyakan soal tidak ada kajian yang dilakukan mengnai dampak secara ekonomi terhadap para pelaku usaha di jalur proyek.

Halaman
12
Penulis: Feryanto Hadi
Editor: Adi Kurniawan
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help