WartaKota/

Keindahan Terselubung di Pulau Kera

Indonesia sebagai negara kepulauan mempunyai ribuan pulau yang indah. Satu di antaranya yang belum terjamah wisatawan adalah Pulau Kera.

Keindahan Terselubung di Pulau Kera
Kompas.com/Sigiranus Bere
PULAU Kera dengan pemandangan pasir putih dan air laut hijau toska. Pulau ini berada dalam wilayah administrasi Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). 

WARTA KOTA, KUPANG --- Indonesia sebagai negara kepulauan mempunyai ribuan pulau yang indah. Satu di antaranya, yang bisa dibilang perawan alias belum terjamah wisatawan, adalah Pulau Kera.

Yap, Pulau Kera, secara administrasi berada di Desa Uiasa, Kecamatan Semau, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Pulau seluas 43 hektar itu memiliki sejumlah pesona wisata, terutama pasir putih di sepanjang pantainya.

PULAU Kera, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) dari kejauhan.
PULAU Kera, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) dari kejauhan. (Kompas.com/Sigiranus Bere)

Untuk berkunjung ke pulau yang diapit oleh Pulau Timor dan Pulau Semau, ini bisa diakses dari beberapa titik di Kota Kupang, yakni Pelabuhan Tenau, Pelabuhan Perikanan Oesapa, dan Oeba, dengan waktu tempuh antara 1 sampai 2 jam.

Untuk menuju Pulau Kera, pengunjung hanya menggunakan kapal sewaan, karena tidak ada transportasi reguler ke daerah itu.

Maklum, meski pulau itu dihuni oleh lebih dari 300 orang, namun mereka tidak diakui oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kupang sebagai warganya. Ini karena sebagian besar warga di Pulau Kera tidak memiliki KTP. 

Oleh sebab itulah, Pemkab Kupang tidak membangun fasilitas konektivitas di sana, termasuk dermaga untuk kapal berlabuh.

Praktis, ketika tiba di Pulau Kera, pengunjung harus melepas sepatu atau sandal, ketika turun dari kapal sewaan.

Pasir putih

Perjalanan cukup melelahkan menuju pulau ini akan terbayar dengan indahnya pemandangan pasir putih dan air lautnya yang berwarna hijau toska dengan latar belakang Kota Kupang dari kejauhan.

Halaman
12
Editor: Fred Mahatma TIS
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help