WartaKota/
Home »

Bisnis

» Makro

300 Pilot, Pramugari, dan Karyawan Citilink Jalani Tes Narkoba

Tak ada toleransi untuk karyawan Citilink Indonesia yang terbukti menyalahgunakan narkoba. Citilink Indonesia harus bersih dari narkoba.

300 Pilot, Pramugari, dan Karyawan Citilink Jalani Tes Narkoba
Citilink Indonesia
DIREKTUR Utama Citilink Indonesia Juliandra Nurtjahjo menyerahkan sampel urin kepada Kasubdit Lingkungan Kerja dan Masyarakat BNN Kombes Ricky Yanuarfi seusai tes narkoba dalam memastikan lingkungan Citilink Indonesia bebas dari penyalahgunaan narkoba, di Kantor Pusat Citilink Indonesia, Jakarta, Kamis (7/9/2017). 

WARTA KOTA, PALMERAH --- Maskapai berbiaya murah (Low Cost Carrier/LCC) Citilink Indonesia dan Badan Narkotika Nasional (BNN) menggelar sosialisasi pencegahan penyalahgunaan narkoba. Selain itu, diadakan pula tes narkoba kepada karyawan Citilink Indonesia guna memastikan bahwa lingkungan Citilink Indonesia bebas dari penyalahgunaan narkoba.

“Ini merupakan bentuk komitmen Citilink Indonesia untuk bersih dari narkoba. Citilink Indonesia sangat serius dalam menangani masalah narkoba, seluruh karyawan Citilink 100 persen harus bersih dari penyalahgunaan narkoba. Kita tidak memberikan toleransi sedikitpun dan akan memberikan sanksi yang berat bagi siapapun yang terbukti menyalahgunakan narkoba,” kata Juliandra Nurtjahjo saat acara sosialisasi pencegahan penyalahgunaan narkoba di Kantor Pusat Citilink, Jakarta, Kamis (7/9).

Baca: Turunkan Penumpang, Citilink Klaim Sudah Sesuai Prosedur

Acara tersebut, seperti dipaparkan dalam keterangan tertulis yang diterima Warta Kota, juga dihadiri oleh sejumlah pejabat BNN di antaranya Deputi Pemberdayaan Masyarakat BNN Irjen Pol. Sobri Effendi Surya, Direktur Peran Serta Masyakat BNN Brigjend Pol. Sufyan Syarief, Direktur Kerjasama BNN Andriana Supandy dan Kepala Keuangan BNN Tatik Sufahriani.

DIREKTUR Utama Citilink Indonesia Juliandra Nurtjahjo ikut menjalani tes narkoba di Kantor Pusat Citilink Indonesia, Jakarta, Kamis (7/9/2017).
DIREKTUR Utama Citilink Indonesia Juliandra Nurtjahjo ikut menjalani tes narkoba di Kantor Pusat Citilink Indonesia, Jakarta, Kamis (7/9/2017). (Citilink Indonesia)

Pada kesempatan ini Citilink Indonesia dan BNN menggelar tes urin yang diikuti oleh sekitar 300 orang karyawan yang terdiri dari pegawai udara (pilot dan awak kabin) maupun pegawai darat serta sosialisasi mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba kepada seluruh karyawan.

Juliandra mengatakan bahwa Citilink Indonesia merupakan maskapai yang selalu memprioritaskan aspek safety dan security sebagai aspek yang paling penting dan yang paling utama dalam kegiatan penerbangan.

Hal tersebut salah satunya dilakukan dengan menjamin bahwa seluruh karyawannya baik pegawai darat maupun udara bebas dari narkoba.

Baca: Citilink Tambah Penerbangan ke Medan dan Denpasar

Kerjasama antara Citilink Indonesia dan BNN dimulai sejak tanggal 21 Juni 2017 yang lalu melalui penandatanganan MoU dan menjadi maskapai Indonesia pertama yang bekerjasama dengan BNN dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba yang terintegrasi.

“Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk realisasi kerjasama Citilink Indonesia dan BNN serta komitmen nyata Citilink Indonesia dalam mendukung upaya pemberantasan penyalahgunaan narkoba di Indonesia khususnya di dunia penerbangan,” kata Juliandra.

Selain ke lingkungan internal perusahaan, Citilink Indonesia juga secara proaktif terus melakukan berbagai upaya untuk mensosialisasikan bahaya penyalahgunaan narkoba kepada masyarakat luas di antaranya melalui media Inflight Magazine (majalah yang terdapat di dalam pesawat) dan mencatumkan imbauan bahaya narkoba di boarding pass seluruh penerbangan Citilink Indonesia.

Baca: Manfaatkan Peningkatan Wisatawan, Citilink Buka Rute Medan-Yogyakarta

1 dari 44-48 Orang Gunakan Narkoba

Berdasarkan hasil Survei Nasional Prevalensi Penyalahgunaan narkoba Tahun 2014 yang dilakukan oleh BNN bekerja sama dengan Pusat Penelitian Kesehatan Universitas Indonesia, diperkirakan ada sebanyak 3,8 juta jiwa sampai 4,1 juta jiwa atau 2,1% sampai 2,25% penduduk Indonesia usia 10-59 tahun yang pernah menggunakan narkoba dalam setahun terakhir.

Dengan Bahasa lain, menurut survei tersebut ada sekitar 1 dari 44 sampai 48 orang yang pernah menggunakan narkoba dalam setahun terakhir.

Editor: Fred Mahatma TIS
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help