WartaKota/
Home »

Depok

Tak Diterima Wali Kota Depok, Warga Lakukan WO dan Ancam Tolak Jadi RT dan RW

Tidak dipertemukan Wali Kota Depok, perwakilan warga mengambil langkah WO dari pertemuan dengan jajaran Pemkot.

WARTA KOTA, DEPOK -- Aksi unjuk rasa ratusan warga dari dua kelurahan, dan pedagang yang menolak sistem satu arah (SSA) di Balai Kota Depok, berakhir Kamis (7/9/2017) siang.

Perwakilan massa pengunjuk rasa sempat diterima sejumlah pejabat Pemkot Depok, yakni Kepala Dishub Depok Gandara Budiana dan Kasatpol PP Dudi Miraz.

Namun mereka akhirnya melakukan WO alias meninggakan tempat pertemuan karena permintaan perwakilan massa untuk dipertemukan langsung dengan Wali Kota Depok Mohammad Idris Abdul Shomad tak terpenuhi. Idris sendiri sedang ada agenda pertemuan di Pemprov Jabar.

Perwakilan pengunjuk rasa, Toro Budiarko, yang juga Ketua RW 14, Kelurahan Depok Jaya, menuturkan, warga di kelurahannya dan Kelurahan Depok, masih menunggu perkembangan selanjutnya atas aksi penolakan mereka ini.

Warga yang berunjuk rasa, menurutnya, adalah mereka yang tinggal di sekitar jalur SSA yang diterapkan di Jalan Dewi Sartika, Jalan Nusantara dan Jalan Arief Rahman Hakim. Mereka adalah warga dari dua kelurahan tersebut.

Toro menuturkan, jika dalam beberapa pekan ke depan SSA tidak juga dibatalkan maka warga akan mengambil sejumlah langkah, termasuk kemungkinan melakukan unjuk rasa serupa.

Langkah lainnya adalah sejumlah pengurus RT dan RW di Kelurahan Depok Jaya, berencana menyerahkan stempel RT dan RW ke Pemkot Depok jika SSA tetap juga diterapkan.

"Ada wacana pengurus RT dan RW Kelurahan Depok, akan menyerahkan stempel RT/RW ke Pemkot Depok. kalau dari kami di Kelurahan Depok Jaya, sambil melihat perkembangan akan menerapkan portalisasi jalan di permukiman kami di Perumnas Depok," kata Toro kepada Warta Kota, Kamis.

Menurutnya, dengan penyerahan stempel RT dan RW ke Pemkot berarti warga atau pengurus RT dan RW tidak lagi merasa menjadi bagian dari Pemkot Depok.

"Intinya mereka merasa buat apa mengabdi jadi RT atau RW, sementara suara dan aspirasi mereka gak didenger sama sekali oleh Pemkot Depok," kata Toro.

Halaman
123
Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: YB Willy Pramudya
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help