WartaKota/

Pelapor Kaesang Jalani Sidang Perdana Pekan Depan di PN Bekasi

Dalam video itu, yang bersangkutan mengedit video yang di YouTube sehingga menimbulkan keresahan yang dapat memprovokasi masyarakat,

Pelapor Kaesang Jalani Sidang Perdana Pekan Depan di PN Bekasi
denny siregar.com
Gambar hasil kepcer tentang ucapan "ndeso" oleh Kaesang Pangarep yang menjadi tren 

WARTA KOTA, BEKASI - Pelapor Kaesang Pangarep, Muhammad Hidayat S (MHS) terancam bakal dijerat pasal berlapis. Warga Kayuringin, Bekasi Selatan, Kota Bekasi ini bakal dijerat UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) atas perbuatannya yang dianggap menimbulkan rasa kebencian dan permusuhan di kalangan masyarakat.

Kepala Seksi Pidana Umum Kejaksaan Negeri Bekasi, Andi Adikawira mengatakan, pihaknya akan menjerat MHS dengan Pasal 32 tentang kepemilikan ijin pengambilan video oleh MHS. Dia juga dijerat Pasal 28 ayat 2 juncto Pasal 45 ayat 2 UU RI Nomor 11 tahun 2008 tentang ITE.

"Dalam video itu, yang bersangkutan mengedit video yang di YouTube sehingga menimbulkan keresahan yang dapat memprovokasi masyarakat," kata Andi pada Kamis (7/9/2017).

MHS dilaporkan ke polisi dengan nomor LP/976/XI/2016/Dit Reskrimsus pada tanggal 8 November 2016 lalu. Dia dilaporkan karena mengunggah video soal mantan Kapolda Metro Jaya Irjen Muhammad Iriawan dengan menambah kata-kata, sehingga Iriawan diklaim memprovokasi massa.

Hidayat menyebarkan video tersebut di akun YouTube berjudul 'Terungkap..!! Kapolda Metro Kaya Provokasi Massa FPI agar Serang Massa HMI. Ini Buktinya..!!'. Video tersebut diunggah melalui akun Muslim Friend, miliknya dengan durasi 1 menit 35 detik pada 5 November 2016.

Video tersebut menampilkan Iriawan yang sedang berdialog dengan massa saat pengamanan aksi 411 di depan Istana Negara, Jakarta Pusat pada 4 Nopember 2016 lalu. Iriawan sudah mengklarifikasi bahwa video itu bukan untuk memprovokasi, namun menagih janji massa dari ormas Islam yang akan mengawal aksi dengan damai. Namun aksi tersebut justru berakhir ricuh.

Andi mengatakan, pada Jumat (8/9) siang, pihaknya akan melimpahkan berkas MHS ke Pengadilan Negeri Bekasi. Diharapkan pekan depan, MHS sudah menjalani sidang perdana yang dengan agenda pembacaan isi dakwaan.

"Pada umumnya sidang digelar, sepekan setelah berkas masuk pengadilan," ujar Andi.

Berkas Hidayat dinyatakan lengkap (P21) oleh Kejati Jawa Barat dengan nomor 3938/O.21/Euh.1/8/2017 tanggal 28 Agustus 2017. Oleh penyidik Subdit Cyber Crime berkas itu telah dilimpahkan ke Kejari Bekasi. "Untuk jaksa sudah ditunjuk, termasuk saya dari Kejari Bekasi dan dari Kejati Jawa Barat," katanya.

Nama MHS sudah tidak asing lagi di Mapolrestro Bekasi Kota. Dia sering membuat laporan kepolisian di instansi setempat hingga 85 kali yang berkaitan dengan kasus dugaan ujaran kebencian. Laporan itu, dia buat selama satu tahun dari 2016 hingga 2017.

Terakhir kali, MHS pernah melaporkan putra presiden RI, Joko Widodo bernama Kaesang Pangarep atas dugaan ujaran kebencian. Dia menilai, Kaesang menyebar ujaran kebencian lewat YouTube miliknya. Dalam video itu, Kaesang dituding merendahkan martabat masyarakat pedesaan, karena berkali-kali berucap kata 'ndeso'.

Namun belakangan kasus yang menjerat putra bungsu Jokowi itu dihentikan. Polisi mengeluarkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) karena laporan yang didaftarkan MHS, dianggap tidak memenuhi unsur pidana.

Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Adi Kurniawan
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help