Kasus Penyelundupan Lobster Senilai Rp. 9,5 Miliar di Bandara Soetta Dibongkar Polisi

Mereka ini kurir, kami masih mencari pelaku lainnya. Siapa yang menyuruh para kurir ini, masih dalam pencarian kami

Kasus Penyelundupan Lobster Senilai Rp. 9,5 Miliar di Bandara Soetta Dibongkar Polisi
Warta Kota/Andika Panduwinata
Jajaran Polresta Bandara Soekarno Hatta, Tangerang berhasil membongkar kasus penyelundupan benih lobster. Benih lobster yang diselundupkan tersebut senilai Rp. 9,5 miliar. 

WARTA KOTA, TANGERANG - Jajaran Polresta Bandara Soekarno Hatta, Tangerang berhasil membongkar kasus penyelundupan benih lobster. Benih lobster yang diselundupkan tersebut senilai Rp. 9,5 miliar.

Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Kapolresta Bandara Soetta, Kombes Arief Rahman. Ada lima pelaku yang diamankan terkait kasus ini.

Mereka di antaranya P (31), DF (25), MR (29), S (43), dan AHS (24). Para pelaku dibekuk di Terminal 1B Bandara Soetta pada 28 Agustus 2017 lalu.

"Jumlah benih lobster yang akan diselundupkan 83.750 ekor. Harganya senilai Rp. 9,5 miliar," ujar Arief saat ditemui di Mapolresta Bandara Soekarno Hatta, Tangerang pada Kamis (7/9/2017).

Menurut Arief, para tersangka ini mayoritas berasal dari Bandung dan Riau. Mereka rencananya akan mengirim benih lobster itu ke Batam kemudian dijualnya ke Singapura.

"Mereka ini kurir, kami masih mencari pelaku lainnya. Siapa yang menyuruh para kurir ini, masih dalam pencarian kami," ucapnya.

Ia mengungkapkan benih lobster itu hendak diterbangkan melalui maskapai pesawat Lion Air JT 370. Pelaku berupaya menyelundupkan bibit lobster ini di dalam sembilan koper berukuran besar.

"Mereka kelihatannya sudah mahir menyembunyikan lobster itu. Dimasukan ke plastik dalam keadaan hidup, lalu ditaruh ke dalam koper - koper ini. Kami juga masih cari tahu siapa pemesannya. Kasus ini masih dalam penyelidikan dan pengembangan lebih lanjut," kata Arief.

Para kurir mengaku mendapatkan benih lobster tersebut dari Pesisir Selatan, Sukabumi, Jawa Barat. Mereka membelinya dari para tengkulak.

"Saya dapat upah hanya Rp. 500.000 sekali kirim barang ini," papar satu dari pelaku.

Penulis: Andika Panduwinata
Editor: Adi Kurniawan
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help