WartaKota/

Larangan Sepeda Motor

Yamaha: Motor Masih Jadi Alternatif

M Abidin, Manager After Sales & Public Relation PT YIMM mengatakan, bukan soal setuju atau tidak, karena kemacetan Ibu Kota menjadi masalah bersama.

Yamaha: Motor Masih Jadi Alternatif
Kompas/Lucky Pransiska
GABUNGAN petugas kepolisian dan Dinas Perhubungan DKI mengarahkan pengendara sepeda motor yang akan melintas di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (17/12/2014), di hari pertama uji coba pembatasan sepeda motor sepanjang Jalan Thamrin-Medan Merdeka Barat. 

WARTA KOTA, PALMERAH --- Uji coba perluasan larangan sepeda motor di DKI Jakarta dimulai pada 12 September hingga 11 Oktober 2017. Selama masa percobaan, bikers tidak boleh lewat Jalan Sudirman, mulai Bundaran HI sampai Bundaran Senayan.

Baca: Suzuki Mendukung dengan Catatan

Setelah itu, pada 12 Oktober 2017 mulai diterapkan dan pengguna motor yang melanggar langsung ditilang dan didenda sesuai dengan peraturan berlaku, yaitu undang-undang nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Raya, Pasal 133 ayat 2C, dengan denda maksimal Rp 500.000 dan kurungan dua bulan.

Menanggapi hal itu, M Abidin, Manager After Sales & Public Relation PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) mengatakan bahwa bukan soal setuju atau tidak, karena kemacetan Ibu Kota menjadi masalah bersama.

Baca: Komunitas Motor: Larangan Sepeda Motor di Jalur Protokol Diskriminatif

"Hal ini sifatnya quick countermeasure untuk permasalahan kemacetan di kota besar. Solusi permanennya kan perbaikan transportasi massal yang lebih efisien, tetapi itu butuh waktu," kata Abidin kepada Otomania.com, Rabu (6/9/2017).

Menurutnya, motor masih menjadi alternatif pilihan untuk transportasi jarak pendek paling efektif. Apalagi di Ibu Kota yang padat penduduk.

"Masyarakat perkotaan itu sangat sibuk, sehingga motor masih sangat diperlukan untuk kondisi sekarang ini," ucap Abidin. (Aditya Maulana)

Artikel ini diunggah juga di Otomania.com : Yamaha Setuju Motor Dilarang Lewat Sudirman

Editor: Fred Mahatma TIS
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help