WartaKota/

Monumen Gembok Kejujuran di Madiun Diresmikan

Madiun kini memiliki monumen baru, Gembok Kejujuran. Dengan monumen itu masyarakat diingatkan untuk berlaku dan bersikap jujur dalam keseharian.

Monumen Gembok Kejujuran di Madiun Diresmikan
Monumen Gembok Kejujuran di Madiun diresmikan, Selasa (5/9/2017). 

WARTA KOTA, PALMERAH-Kreasi seni instalasi bernama ‘Monumen Gembok Kejujuran’ di taman terbuka hijau di kawasan Mejayan, Kabupaten Madiun, JawaTimur, resmi dibuka pada Selasa (5/9/2017).

Peresmian monumen tersebut merupakan rangkaian dari misi ‘Gerakan Budaya Indonesia Tanah Air Kejujuran’ yang diinisiasi Jaringan Pekerja Budaya (JPB).

JPB dimotori pekerja seni seperti Harry Tjahjono, Arswendo Atmowiloto, Sys NS, Roy Marten, Butet Kertaradjasa, dan sejumlah seniman yang punya semangat yang sama yakni menularkan kejujuran ke penjuru nusantara.

“Kejujuran itu wujud rasa syukur dan ibu dari sikap hidup yang luhur," kata Arswendo Atmowiloto dalam keterangan tertulisnya kepada Wartakotalive.com Selasa (5/9/2017).

Sedangkanmenurut Roy Marten, kejujuran adalah ibu kandung kebahagiaan.

“Tanpa kejujuran, harmoni semua aspek kehidupan akan mengalami kekacauan,” ucapnya.

Monumen Gembok Kejujuran di Madiun adalah tindak lanjut dari terbentuknya JPB di Kota Pecel yang melibatkan seniman dan tokoh masyarakat setempat, antara lain  Moersito, Herutomo, Tatok Raya, LilikIndrianto, Hari Budiarto, AgusHariadi, Eko Widodo, dan lainnya.

Bupati Madiun, H Muhtarom menandatangi prasasti monumen tersebut disaksikan Wakil Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Budi Santosa, Komandan Lanud Iswahyudi, Kolonel Pnb Samsul Rizal, Serta Kapolres Kabupaten Madiun, AKBP I Made Wayan.

Peresmian monumen tersebut dihadiri beragam lapisan masyarakat, seperti Pegawai Negeri Sipil (PNS), seniman, pelajar, kepala desa, dan juga pejabat setempat lainnya.

Harry Tjahjono mengatakan, selain pembangunan monumen, akan ada berbagai gerakan budaya setiap minggu sebagai pengingat pentingnya berlaku jujur.

“Akan dilakukan gerakan moral setiap minggu dengan melibatkan para seniman berbentuk pembacaan puisi maupun aksi teater karena tempat ini akan menjadi panggungnya,” kata Harry Tjahjono.

Selanjutnya sebagai wujud kebersamaan dalam mewujudkan kejujuran, seluruh lapisan masyarakat memasang gembok secara bergantian di monumen kejujuran.

Diharapkan, kejujuran menjadikan sebuah gerakan nyata, baik dalam kebijakan publik atau pemahaman generasi muda.

Penulis: Ign Agung Nugroho
Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help