Nadine Chandrawinata Kampanye Anti Sirkus Keliling Lumba-Lumba

Pemain film dan model Nadine Candrawinata (33) saat ini sedang sibuk mengkampanyekan anti sirkus lumba-lumba keliling.

Nadine Chandrawinata Kampanye Anti Sirkus Keliling Lumba-Lumba
Warta Kota/Arie Puji Waluyo
Nadine Chandrawinata di depan FX Sudirman, Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (13/8/2017) pagi. 

WARTA KOTA, PALMERAH-Pemain film dan model Nadine Candrawinata (33) saat ini sedang sibuk mengkampanyekan anti sirkus lumba-lumba keliling.

Hanya di Indonesia saja yang masih ada sirkus lumba-lumba keliling. Sementara di belahan dunia lain sudah dihilangkan. Menurutnya, yang paling miris dari lumba-lumba keliling itu adalah saat pindah dari satu tempat ke tempat lain.

“Saat pindah dari satu tempat ke tempat lain itu pakai truk. Bisa sampai 14 jam. Diolesin mentega biar nggak kekeringan,” ujar Nadine saat menjadi bintang tamu di acara ‘Share The Goodness’ dari Loacker di Mal Kota Kasablanka, Minggu (3/9/2017).

Kampanye yang dilakukan terutama untuk menghilangkan sirkus lumba-lumba keliling dan mengajak untuk melihat lumba-lumba di habitat aslinya yakni di laut. Selain tidak menganggu lumba-lumba tersebut, pariwisata di daerah tersebut pun bisa jadi terangkat.

“Aku disini cuma manas-manasin untuk lebih aware. Mengajak orang mengenal sekitar bahwa ada makhluk hidup di bumi ini bukan hanya manusia yang layak hidup sebagai mana mestinya. Bahwa ada sirkus keliling itu bukan predikat yang membanggakan. Padahal ada peningkatan pariwisata ketika bisa melihat lumba-lumba secara langsung,” papar Nadine.

Untungnya kampanye yang dilaksanakan yang beberapa waktu lalu hingga 6 bulan kedepan mendapat support dari pemerintah, terutama dari Dirjen Kehutananan dan Lingkungan serta Menteri Kehutanan.

Dalam enam bulan kedepan tinggal menunggu ketegasan yang bijak tentang sirkus lumba-lumba. Menurutnya, negara yang peduli dengan binatang adalah negara yang sukses.

Selain lumba-lumba, Putri Indonesia 2005 ini juga memberi perhatian pada badak, harimau, dan burung-burung yang dilindungi.

Keikutsertaan Nadine pada perlindungan harimau juga membawa positif. Saat ini harimau Sumatera sudah berjumlah 400 ekor. Sebelum mulai kampanye jumlahnya tinggal 300 ekor.

“Setidaknya ada peningkatan positif,” ujar kakak kandung dari si kembar Marcel dan Mischa Candrawinata ini.

Ia berharap semakin banyak perusahaan yang tidak lagi menjual daging ular, sirip hiu, dan telur penyu demi perlindungan pada hewan-hewan.

Penulis: Lilis Setyaningsih
Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help