WartaKota/

Polda Metro: Pembawa Petasan yang Tewaskan Catur Manfaatkan Kelengahan Petugas

Pihak kepolisian mengakui penonton pertandingan sepakbola di Kota Bekasi yang aksinya menewaskan Catur telah memanfaatkan kelengahan petugas.

Polda Metro: Pembawa Petasan yang Tewaskan Catur Manfaatkan Kelengahan Petugas
Warta Kota/Mohamad Yusuf
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono, di Mapolda Metro Jaya, Kebayoranbaru, Jakarta Selatan, Selasa (25/7/2017). 

WARTA KOTA, SEMANGGI -- Pihak kepolisian mengakui bahwa penonton pertandingan sepakbola antara tim nasional Indoensia dan timnas Fiji di Stadion Candrabhaga Kota Bekasi yang membawa petasan hingga menewaskan Catur Yulianto (25) pada Sabtu petang telag memanfaatkan kelengahan petugas.

Pasalnya, tidak seharusnya petasan bisa dibawa masuk ke dalam stadion. "Ya namanya disembunyikan atau disimpan kan kadang biasanya orang itu bagaimana kelengahan kepolisian. Kelengahannya, jadi dia gunakan Kelengahan disitu," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Kebayoranbaru, Jakarta Selatan, Minggu (3/9/2017).

Akan tetapi Argo menegaskan, pihaknya telah melakukan standar pengamanan dan pemeriksaan sesuai prosedur. Hanya saja banyaknya penonton memungkinkan siapa pun memanfaatkan kelengahan petugas.

"Kami sudah cek, kan biasa ada berbagai macam modus dan sebagainya untuk mengelabui petugas. Tapi kami tetap melaksanakan SOP (Standard Operasional Procedur) seperti antara lain, penonton yang masuk tetap kami periksa," ujarnya.

Isak tangis Nur Mila Yasmin (27) pecah ketika jenazah sang suami Catur Julianto (32) akan dibawa ke pemakaman di tanah wakaf Pocol RT 01/17 Klender, Jakarta Timur, Minggu, (3/9/2017) pagi.
Isak tangis Nur Mila Yasmin (27) pecah ketika jenazah sang suami Catur Julianto (32) akan dibawa ke pemakaman di tanah wakaf Pocol RT 01/17 Klender, Jakarta Timur, Minggu, (3/9/2017) pagi. (Joko Supriyanto)

Saat ini, katanya, kepolisian telah memeriksa enam orang untuk mencari pelaku aksi yang membawa dan menembakkan petasan tersebut.

"Ini semua akan kami periksa, sudah enam orang diperiksa, nanti kami tunggu bagaimana kelanjutan itu," katanya.

Catur Yuliantono (32), warga Duren Sawit, Jakarta Timur tewas seusai menyaksikan pertandingan sepakbola antara timnas Indonesia dan timnas Fiji di Stadion Patriot Candrabaga Kota Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (2/9/2017) petang.

Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) menyatakan seorang penonton pertandingan persahabatan internasional telah terkena kembang api setelah laga berakhir.

"Kembang api itu diterbangkan dari tribun selatan ke tribun timur seketika usai pertandingan. Satu orang terkena kembang api itu dan saat ini korban meninggal dunia," kata Sekretaris Jenderal PSSI Ratu Tisha Destria di Stadion Patriot Candrabaga, Bekasi, Sabtu (2/9/2017).

Penulis: Mohamad Yusuf
Editor: YB Willy Pramudya
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help