Pengedar Uang Palsu Bersenjata Revolver Diciduk di Cisoka, Tangerang

Bahwa tersangka ini sering membelanjakan uang palsu ke warung-warung di sekitaran Cisoka.

Pengedar Uang Palsu Bersenjata Revolver Diciduk di Cisoka, Tangerang
Warta Kota/Andika Panduwinata
Barang bukti yang disita Jajaran Polsek Cikupa 

WARTA KOTA, TANGERANG - Jajaran Polsek Cikupa berhasil mengamankan dua orang pengedar uang palsu pada Jumat (1/9/2017). Mereka yang diciduk polisi di antaranya LT (24) dan DS (37).

Keduanya merupakan warga asal Pesisir Barat, Lampung. Para pelaku dibekuk aparat di Kampung Solear, Desa Carenang, Kecamatan Cisoka, Kabupaten Tangerang.

Kapolsek Cisoka AKP Sri Raharja menjelaskan terungkapnya kasus tersebut bermula dari laporan masyarakat. Bahwa tersangka ini sering membelanjakan uang palsu ke warung-warung di sekitaran Cisoka.

Dari informasi tersebut, petugas melakukan penyelidikan dengan mengidentifikasi ciri-ciri tersangka. Keduanya tak berkutik saat ditangkap polisi usai membeli dua bungkus rokok menggunakan uang palsu di warung milik satu dari warga di Kampung Solear, Desa Carenang, Kecamatan Cisoka, Kabupaten Tangerang.

Dari hasil penggeledahan terhadap para tersangka, diamankan 29 lembar uang palsu pecahan Rp.50.000, uang rupiah asli sebesar Rp. 350.000, 1 pucuk senjata api jenis Soft Gun Revolver lengkap dengan enam butir peluru dan dua bungkus rokok hasil dari belanja pelaku dengan menggunakan uang rupiah palsu.

Sri Raharja menyatakan, pengungkapan kasus peredaran uang palsu ini terungkap setelah adanya laporan dari warga. Sehubungan laporan itu, tim Resmob langsung bergerak cepat.

”Tersangka sudah kami pantau sejak lama dan dalam setiap aksinya mereka selalu mebawa senjata soft gun jenis revolver," Sri Rajarja di Mapolsek Cisoka, Kabupaten Tangerang pada Minggu (2/9/2017).

Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan pemeriksaan intensif kepada pelaku di Mapolsek Cisoka. Hal itu dilakukan untuk mengembangkan kasus, terlebih menurut pengakuan pelaku, uang palsu tersebut, didapatkan dari seseorang yang tinggal di luar wilayah Kabupaten Tangerang.

”Kasusnya masih kami kembangkan, kami juga sedang melakukan pengejaran terhadap pelaku lain yang masuk jaringan kedua tersangka ini," ucapnya.

Atas perbuatannya itu para pelaku akan dijerat dengan Pasal 36 Ayat 3 Jo Pasal 26 Ayat 3 UU RI No. 07 Tahun 2011 Tentang Mata Uang dan Pasal 1 Ayat 2 UU Darurat No. 12 Tahun 1951. "Keduanya terancam hukuman 15 tahun penjara," kata Sri Raharja.

Penulis: Andika Panduwinata
Editor: Adi Kurniawan
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help