WartaKota/

Nyok Melihat dari Dekat Rumah Tuntaskan Hasrat Seks Kolonial di Grobogan

Biar masyarakat tahu ada sejarah kelam kejahatan tentara Belanda dan Jepang di Grobogan.

Nyok Melihat dari Dekat Rumah Tuntaskan Hasrat Seks Kolonial di Grobogan
Kompas.com
KOMPAS.com/Puthut Dwi Putranto Gedung Papak berdiri di atas lahan Perhutani KPH Gundih di Desa Geyer, Kecamatan Geyer, Grobogan. Berlokasi di tengah perkampungan tak jauh dari KPH Gundih, Jumat (1/9/2017) 

WARTA KOTA, JAKARTA - Kolonialisme Belanda dan Jepang di Indonesia memang sudah berakhir lama.

Meski demikian, noda hitam yang ditorehkan penjajah tak mungkin lenyap begitu saja dalam memori sejarah rakyat Indonesia.

Sebagaimana kita tahu, tentara Jepang berkutat di Indonesia selama 3,5 tahun.

Jauh sekali perbandingannya dengan lamanya pendudukan Belanda di Indonesia yang mencapai 350 tahun.

Nah, kali ini mari kita menelusuri kekejaman penjajah pada masa sebelum kemerdekaan RI.

Kita intip kembali luka pedih masa lalu dengan menembus lorong waktu melalui bukti-bukti otentik yang tertinggal.

Baca: Kawasan Taman BMW Tampak Cantik dengan Dirapikan dan Dicat

Di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, berdiri sebuah bangunan tua yang diklaim menyimpan sejarah kelam kebrutalan tentara Belanda dan tentara Jepang.

Gedung Papak, begitu warga setempat rumah kuno seluas 338,5 meter persegi tersebut.

Dinamai Papak karena atapnya datar tak bergenting.

Halaman
1234
Editor: Adi Kurniawan
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help