Sidak Lapak Hewan Kurban di Tangerang Selatan Pastikan Sesuai Syariat

Tanda - tanda yang bisa kami lihat secara kasat mata untuk melihat kesehatan kurban seperti ada cacat misalnya kaki pincang, tanduk patah atau buta, i

Sidak Lapak Hewan Kurban di Tangerang Selatan Pastikan Sesuai Syariat
Warta Kota/Andika Panduwinata
Dinas Pertanian Peternakan Perikanan dan Ketahanan Pangan Tangerang Selatan mulai melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah pedagang hewan kurban musiman. Mereka menggelar sidak menyisir lapak - lapak penjual hewan kurban di wilayah Tangerang Selatan. 

WARTA KOTA, TANGERANG - Dinas Pertanian Peternakan Perikanan dan Ketahanan Pangan Tangerang Selatan mulai melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah pedagang hewan kurban musiman. Mereka menggelar sidak menyisir lapak - lapak penjual hewan kurban di wilayah Tangerang Selatan.

Giat ini dilaksanakan untuk memastikan kesehatan hewan ternak yang dikurbankan pada Idul Adha 1438 H. Hal itu diungkapkan langsung oleh Kepala Seksi Pertanian dan Peternakan, Sandra Larasati.

Ia menyatakan pihaknya akan terus instensif melakukan pengawasan dan pengecekan langsung terhadap lapak - lapak penjualan hewan kurban. Jajarannya memastikan hewan - hewan yang dijual terjamin kesehatannya dan sesuai syariat dalam berkurban.

"Kami akan lakukan pemantauan rutin sampai pelaksanaan dan dua hari setelahnya. Kami ingin memastikan hewan - hewan yang dijual pedagang sesuai syariat dan terjamin kesehatannya," ujar Sandara saat menggelar sidak di lapak pedangan hewan kurban di Pamulang, Tangerang Selatan pada Rabu (30/8/2017).

Ia menambahkan pengecekan kesehatan yang dilakukan mulai dari sanitasi lapak penjualan dan kepada hewan kurbannya itu sendiri. "Kami lakukan pemeriksaan ke sejumlah tempat penjualan hewan kurban untuk memastikan kualitas hewan yang sehat dan sesuai syariat untuk dikurbankan," ucapnya.

Menurut Sandra, pengecekan kesehatan ini juga untuk mengantisipasi ditemukanya penyakit atau cacat pada hewan yang akan disembelih pada perayaan Idul Adha yang jatuh tepat pada Jumat (1/9/2017).

"Tanda - tanda yang bisa kami lihat secara kasat mata untuk melihat kesehatan kurban seperti ada cacat misalnya kaki pincang, tanduk patah atau buta, itu bisa terlihat secara awam," kata Sandra.

Pihaknya juga memastikan, selain menjamin kesehatannya, para pedagang juga harus menjual kurban sesuai syariatnya. "Artinya dari kematangan usia harus sesuai, jenis kelamin hewan harus diperhatikan," paparnya.

Penulis: Andika Panduwinata
Editor: Adi Kurniawan
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved