HGB Pulau D Terbit Hanya Satu Hari Saja, Ini Penjelasan Kepala BPN

Terbitnya Hak Guna Bangunan pulau reklamasi Pulau D menimbulkan perdebatan. Pasalnya, HGB terbit hanya dalam kurun sehari usai terbitnya surat ukur.

HGB Pulau D Terbit Hanya Satu Hari Saja, Ini Penjelasan Kepala BPN
Dennis Destryawan
Alat berat di Pulau D yang dikuasai PT Kapuk Naga Indah (KNI) yang merupakan satu dari 17 pulau reklamasi di Teluk Jakarta. 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Rangga Baskoro

WARTA KOTA, TANAH ABANG -- Terbitnya Hak Guna Bangunan (HGB) salah satu pulau reklamasi yakni Pulau D menimbulkan perdebatan. Pasalnya, HGB terbit hanya dalam kurun waktu sehari usai terbitnya surat ukur untuk lahan seluas 312 hektare itu.

Surat ukur lahan sendiri terbit pada tanggal 23 Agustus 2017, sedangkan HGB atas nama PT Kapuk Naga Indah (KNI) selaku pihak pengembang terbit pada tanggal 24 Agustus 2017.

Menjawab pertanyaan itu, Kepala Kantor Wilayah BPN Jakarta, Najib Taufieq mengatakan memang diperlukan serangkaian prosedur yang harus diikuti sebelum HGB bisa diterbitkan.

Baca: Gading Marten Ingin Hilangkan Sebutan Anak Roy Marten

"Kalau proses (penerbitan HGB) mulai dari pengukuran, kemudian setelah pengukuran didapatkan luas. Setelah luas ditinjau lokasinya oleh panitia pemeriksa tanah. Kemudian disimpulkan, bolehkah ini diberikan? Setelah kesimpulan ini diberikan" kata Najib di Kantor Wilayah BPN Jakarta, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Selasa (29/8/2017).

Lalu, sambung Najib, dikeluarkanlah SK tentang ketetapan pemberian hak yang diberikan PT KNI.

Berdasarkan SK tersebut, PT KNI kemudian membayar kewajiban bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB), seperti biaya perolehan tanah dan bangunan.

Setelah dilunasi, didaftarkan kembali ke Kantor Pertanahan Jakarta Utara untuk kemudian diproses sertifikatnya. Setelah itu barulah HGB bisa diterbitkan.

Ia membantah adanya tudingan bahwa pihaknya terpaksa menerbitkan sertifikat HGB karena pihak pengembang sudah membayar BPHTB.

Halaman
12
Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help