Pembacok Tukang Jamu di Bekasi Diduga Geng Motor

"Kemungkinan pelakunya geng motor dan mereka mengambil helm bos korban seharga Rp 500.000," ujar Kepala Unit Reskrim Polsek Pondokgede AKP Dimas Satya

Pembacok Tukang Jamu di Bekasi Diduga Geng Motor
Wahyu Tri Laksono
Ilustrasi pisau berdarah. 

WARTA KOTA, BEKASI -- Pelaku pembacokan hingga menewaskan penjual jamu, Rizky Rivaldi di Kampung Sawah RT 02/04, Pondokmelati, Kota Bekasi pada Jumat (25/8) dini hari lalu, masih gelap.

Sampai Senin (28/8) siang, polisi telah memeriksa lima saksi untuk mengungkap pelakunya.

"Ada lima saksi yang sudah diperiksa, tapi masih minim informasi. Mereka yang diperiksa bukan saksi kunci," kata Kepala Unit Reskrim Polsek Pondokgede AKP Dimas Satya Wicaksana, Senin (28/8).

Dimas menduga, Rizky merupakan korban perampokan. Soalnya sebuah helm milik bosnya seharga Rp 500.000 raib di tempat usahanya.

"Kemungkinan pelakunya geng motor dan mereka mengambil helm bos korban seharga Rp 500.000," ujar Dimas.

Saat perampokan itu terjadi, kemungkinan Rizky melakukan perlawanan. Perbuatan Rizky rupanya membuat tersangka tersulut emosi hingga membacok leher dan pinggangnya.

"Ada tetesan darah korban di toko jamunya dan di tempat korban tersungkur di dekat kafe milik orang lain," jelasnya.

Di sisi lain, Dimas juga berpendapat Rizky bisa saja menjadi korban dendam tersangka. Namun hal itu harus diperkuat dengan adanya kesaksian orang lain dan alat bukti baru yang mengarah ke dendam.

"Dendam juga bisa, tapi kemungkinannya sangat kecil karena ada barang milik bosnya yang hilang, yaitu helm," katanya.

Rizky tewas bersimbah darah di Kampung Sawah akibat luka bacok di bagian leher dan pinggang.

Korban tewas di lokasi kejadian karena tidak mampu menahan luka di tubuhnya dan kehabisan darah.

Oleh petugas, jenazahnya dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramatjati, Jakarta Timur. (faf)

Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved