WartaKota/

Badai Dahsyat Terjang Hong Kong dan Makau

Sebanyak 206 jadwal penerbangan dibatalkan dan 471 lainnya tertunda akibat badai terbaru itu, sedangkan 44 penerbangan harus dialihkan, kata Otoritas

Badai Dahsyat Terjang Hong Kong dan Makau
Antara
Ilustrasi 

WARTA KOTA, JAKARTA - Sebuah badai dahsyat melanda Hong Kong dan Makau, kemarin, hanya beberapa hari setelah topan besar melanda wilayah ini untuk menewaskan sedikitnya 18 orang. Di tempat lain di Amerika Serikat, badai tak kalah besarnya menghajar pesisir Texas.

Kedua kota menaikkan status badai menjadi Topan 8 -- tingkat peringatan tertinggi ketiga -- pada awal Minggu ketika badai tropis besar "Pakhar" melanda wilayah itu, tempat para tim darurat masih berusaha memperbaiki kerusakan yang terjadi pada Rabu.

Sebanyak 206 jadwal penerbangan dibatalkan dan 471 lainnya tertunda akibat badai terbaru itu, sedangkan 44 penerbangan harus dialihkan, kata Otoritas Bandara Hong Kong.

Cathay Pacific, maskapai kota itu, mengatakan "pembatalan, pengalihan dan penundaan" memang diperkirakan terjadi.

Semua pelayanan feri di Hong Kong dihentikan sampai status badai diturunkan di dua kota tersebut. Sebanyak 236 pohon yang rusak oleh topan pada Rabu, telah tumbang oleh badai terbaru di Hong Kong, dan ada 16 laporan terkait banjir.

Tidak ada korban jiwa yang dilaporkan pada Minggu, tetapi para petugas rumah sakit Hong Kong mengatakan 62 orang terluka. Di Makau delapan orang ruka ringan, kata seorang juru bicara pemerintahan.

Sebuah kapal kargo asal China tenggelam di timur Hong Kong pada Minggu pagi, dan 11 awaknya berhasil diselamatkan.

Pakhar membawa angin berkecepatan hingga 130 kilometer per jam di Hong Kong.

Pihak berwenang Makau mengeluarkan peringatan banjir terbaru karena toko-toko yang diterjang pada Rabu tetap ditutup pada Minggu pagi. Lampu lalu lintas masih padam karena belum ada sumber tenaga yang mengalir.

Pasokan air telah pulih namun bangunan dengan kerusakan pompa masih kekurangan air.

"Ini sulit tapi tidak ada yang bisa kita lakukan," kata pemilik toko Leung Chin-pang, yang kehabisan air sejak badai pertama melanda, demikian AFP. (Antara)

Editor: Adi Kurniawan
Sumber: Antara
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help