WartaKota/

Henry dan Rumokol Juara Maybank Bali Marathon 2017

Panggung juara Maybank Bali Marathon 2017 dikuasai para pelari Kenya. Ketiga pelari urutan teratas berasal dari Benua Hitam tersebut.

Henry dan Rumokol Juara Maybank Bali Marathon 2017
Panggung juara Maybank Bali Marathon 2017 dikuasai para pelari Kenya. 

WARTA KOTA, BALI-Henry Kiprotich asal Kenya menjuarai Full Marathon (FM) terbuka Bali Marathon 2017'>Maybank Bali Marathon 2017. Dia mencatat waktu dua jam 19 menit 17 detik. Henry berhak atas hadiah sebesar Rp 189 juta.

Peringkat kedua diraih Cosmas Matolo juga asal Kenya. Cosmas yang mendapatkan hadiah Rp 136,5 juta membukukan waktu dua jam 19 menit 22 detik.

Kennedy Lilan Kipto yang juga dari Kenya menempati peringkat ketiga dengan waktu dua jam 19 menit 31 detik. Dia mendapatkan hadiah senilai Rp 89,2 juta.

Pada kelompok wanita Full Marathon (FM) terbuka, Rumokol Chepkanan dari Kenya tak tertandingi. Dia menjadi juara satu dengan waktu dua jam 38 menit 38 detik dan berhak atas hadiah Rp 189 juta.

Kemudian Edinah Jeruto dari Kenya berada di peringkat kedua dengan waktu dua jam 47 menit 27 detik. Dia mendapatkan hadiah Rp 136,5 juta.

Peringkat ketiga diraih Gladys Jepkechei Tarus juga dari Kenya. Dia mengemas waktu dua jam 53 menit 10 detik dan berhak atas hadiah Rp 89,2 juta.

Menurut Henry, ia senang menjadi juara. Sebab, baru pertama kali ikut Mayban Bali Marathon sudah juara.

"Saya berlatih untuk menjaga endurance. Itulah makanya saya bisa berlari cepat. Saya pertama kali juara di lomba marathon ini," kata Henry di Bali Safari and and Marine Park, Gianyar, Bali, Minggu (27/08/2017).

Henry menambahkan bahwa ia senang dengan adanya anak sekolah yang menyambut para pelari. Hal itu membuatnya tambah bersemangat menjadi juara.

Sementara itu, Rumokol menyatakan bahwa ia bahagia dapat mempertahankan gelar juara Maybank Bali Marathon. Sebelumnya Rumokol merupakan juara Maybank Bali Marathon 2016.

Rumokol menyebutkan bahwa ia sebenarnya dapat finis lebih cepat walaupun dalam lomba marathon kali ini menggunakan rute baru.

Bahkan tiga kilometer terakhir yang jalur lintasannya menanjak dapat dilalapnya. Hal yang menghambatnya finis lebih cepat, karena jumlah peserta lomba terlalu banyak.

Penulis: Dody Hasanuddin
Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help