Adjie Pangestu Setuju Hukuman Tembak Mati Bandar Narkoba

Mengingat beberapa bulan belakangan ini, beberapa selebriti Indonesia ditangkap kepolisian karena terjerat kasus narkoba.

Adjie Pangestu Setuju Hukuman Tembak Mati Bandar Narkoba
Arie Puji Waluyo
Adjie Pangestu 

WARTA KOTA, KEMAYORAN - Kepala Badan Narkotika Nasional, Komjen Budo Waseso sempat mengungkapkan bahwa pihaknya akan menembak mati para pengedar narkoba.

Pihak BNN akan melakukan hal tersebut jika memang narkoba melalui bandarnya tersebut, sudah masuk dan merusak generasi muda bangsa Indonesia.

Pernyataan tersebut rupanya banyak menimbulkan pro dan kontra dari beberapa pihak. Tetapi, aktor dan bintang sinetron Adjie Pangestu setuju dengan langkah BNN yang akan menembak mati pengedar narkoba.

Mengingat beberapa bulan belakangan ini, beberapa selebriti Indonesia ditangkap kepolisian karena terjerat kasus narkoba.

"Jika memang artis tersebut merupakan bandar atau pemasok narkoba terbesar di Indonesia dan sangat berbahaya, silakan aja ditembak," kata Adjie Pangestu ketika ditemui di acara perayaan HUT SCTV, di Hall D2 di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (24/8/2017).

Tetapi, Adjie meminta pihak BNN harus memiliki alasan yang jelas melakukan penembakan kepada bandar narkoba, termasuk jajaran artis.

"Tapi kalau nggak pakai spesifikasi yang jelas nggak detil, artis ditembak, kan nggak bisa semena-mena main nembak aja," ucapnya.

Tapi kalaupun artis itu bermasalah, ayah satu anak ini bertutur tidak ada salahnya untuk dihukum mati sesuai dengan prosedur dan aturan hukum yang berlaku.

"Silahkan ditangkap, diproses. Mau ditembak mati juga nggak apa-apa karena mereka memang bersalah. Tapi ditembak matinya karena melawan, dia punya senjata, dia bandar terus dia perang sama polisi. Tembak aja, nggak perlu nanya kamu artis bukan?," tuturnya.

Adjie pun meminta, pihak BNN dan aparat kepolisian harus memliki barang bukti juga yang cukup, untuk menangkap bandar dan juga jajaran artis yang terjerat narkoba.

Halaman
12
Editor: Adi Kurniawan
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help