Pencurian

Tiga Pelaku Ini Tipu Pengusaha Eskavator di Kelapa Gading Hingga Rp355 Juta

Polsek Kelapa Gading membekuk tiga pria tunakarya karena melakukan tindak pidana pencurian dengan pemberatan dan penipuan

Tiga Pelaku Ini Tipu Pengusaha Eskavator di Kelapa Gading Hingga Rp355 Juta
Warta Kota/Panji Baskhara Ramadhan
Kapolres Jakarta Utara, Kombes Pol Dwiyono, saat menunjukkan tiga pelaku penipu kepada wartawan, Jumat (25/8). 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Panji Baskhara Ramadhan

WARTA KOTA, KELAPA GADING -- Pihak Polsek Kelapa Gading membekuk tiga pria tunakarya, yakni MR (30), S (29) dan RD (31) di Kawasan Kelapa Gading Timur, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Sabtu (12/8/2017).

Ketiga tersangka itu diketahui melakukan tindak pidana pencurian dengan pemberatan dan penipuan, yang sudah membuat korbannya, yakni IR (40) yang selaku pengusaha eskavator merugi hingga Rp 355 Juta.

"Modusnya ini menukar kartu Anjungan Tunai Mandiri (ATM) milik korban, disertai skenario ketiga tersangka yang mengaku-ngaku punya saldo jumlah besar, serta menjual handphone yang asal dari Brunei Darrussalam ke korban (IR). Ujug-ujug meminta ATM korban kemudian menukarkan kartu ATM milik korban, dengan ATM palsu. Sehingga mudah mencuri uang di ATM korban berisi ratusan juta itu. Korbannya merugi hingga Rp 355 Juta," paparnya Kombes Pol Dwiyono, sebagai Kapolres Jakarta Utara, Jumat (25/8/2017).

Kapolres Jakarta Utara, Kombes Pol Dwiyono, saat menunjukkan tiga pelaku penipu kepada wartawan, Jumat (25/8).
Kapolres Jakarta Utara, Kombes Pol Dwiyono, saat menunjukkan tiga pelaku penipu kepada wartawan, Jumat (25/8). (Warta Kota/Panji Baskhara Ramadhan)

Kejadian berawal, kata Dwiyono, nongkrong di lobby salah satu hotel berbintang lima, yang di Kawasan Gading.

Ketiga pelaku tersebut, kata Dwiyono, tengah mengincar penghuni hotel itu yang berpenampilan orang kaya.

"Ketiga pelaku ini doyannya nongkrong tepat di lobbi hotel-hotel berbintang lima. Ketiga orang ini akhirnya bertemu korban berinisial IR. Salah seorang pelaku yakni S, sok asik kepada IR itu, dan bertanya sibuk berbisnis seperti apa. Lalu, datanglah MR yang berpura-pura tidak kenal S dan di depan IR jufa langsung mengaku-ngaku seorang pebisnis asal Brunei Darussalam. Tapi MR ini ternyata bukan orang Brunei, melainkan warga Koja, Jakarta Utara," katanya.

Kapolres Jakarta Utara, Kombes Pol Dwiyono, saat menunjukkan barang bukti uang yang disita dari pelaku penipu kepada wartawan, Jumat (25/8).
Kapolres Jakarta Utara, Kombes Pol Dwiyono, saat menunjukkan barang bukti uang yang disita dari pelaku penipu kepada wartawan, Jumat (25/8). (Warta Kota/Panji Baskhara Ramadhan)

Ia melanjutkan, "Mereka pun berbincang yang seakan-akan kebetulan. Korban ini, terperdaya oleh percakapan kedua pelaku saat bertemu di hotel yang menyebut tengah membutuhkan 10 unit eskavator, untuk menambah operasional bisnis batubara di Kalimantan Barat. Lalu, RD datang berpura-pura sebagai sopir pribadi MR. Di hari yang sama, korban juga diperdaya oleh MR yang katanya akan jualan 300 handphone. Bila korban berhasil menjual satu handphone akan mendapatkan 15 persen dari keuntungan itu. Korban pun semakin tertarik," paparnya.

Selanjutnya, kata Dwiyono kembali, korban itu langsung diajak ke ATM oleh MR.

Tujuan untuk meyakinkan korban dengan cara perlihatkan di isi ATM MR yang senilai Rp 1,7 Milyar.

Mobil Daihatsu Xenia B-2261-TKB yang disita polisi dari tiga pelaku penipu.
Mobil Daihatsu Xenia B-2261-TKB yang disita polisi dari tiga pelaku penipu. (Warta Kota/Panji Baskhara Ramadhan)
Halaman
123
Penulis: Panji Baskhara Ramadhan
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved