TNI Pastikan Bandar Sabu Serda S Tidak Dibekali Pistol Meski Punya 14 Butir Peluru

Serda S tidak dibekali senjata api karena tidak memiliki jabatan yang berkompeten untuk memegang senjata.

TNI Pastikan Bandar Sabu Serda S Tidak Dibekali Pistol Meski Punya 14 Butir Peluru
Wartakotalive.com/Joko Supriyanto
Ilustrasi. Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Budi Waseso merilis pengungkapan pengiriman paket sabu seberat 57,54 kilogram dari Malaysia ke Indonesia. 

WARTA KOTA, BEKASI -- Markas Besar TNI memastikan, sepucuk pistol FN beserta 14 butir peluru yang disita dari Serda S, oknum TNI bandar sabu, bukan pistol organik.

Serda S tidak dibekali senjata api karena tidak memiliki jabatan yang berkompeten untuk memegang senjata.

"Dia hanya anggota biasa dan sudah dicek bahwa dia memang tidak dibekali senjata api," ujar Kepala Pusat Penerangan TNI (Kapuspen) Mayor Jendral Wuryanto pada Kamis (24/8/2017). Atas dasar itulah, Wuryanto heran dengan kabar penangkapan Serda S yang disertai sepucuk pistol FN dan 14 butir peluru. "Kami pastikan senjata itu bukan pistol organik TNI," jelasnya.

Meski Serda S pernah terjerat kasus yang sama di Polresta Depok dan Polrestro Jakarta Timur, namun TNI belum memecatnya.

Sebab, masih menunggu putusan inkrah (berkekuatan hukum tetap) dari lembaga hukum.

"Orang yang bersangkutan masih menunggu putusan kasasi di MA. Kami pastikan, TNI tidak akan mentolerir anggota yang menyalahgunakan narkoba. Apalagi berperan menjadi pengedar narkoba," tegasnya.

Serda S ditangkap polisi karena diduga mengedarkan sabu di Kota dan Kabupaten Bekasi.

Dia diamankan di sebuah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Margahayu, Bekasi Timur, Kota Bekasi pada Kamis (24/8) petang.

Dalam penangkapan itu, polisi menemukan barang bukti berupa sabu seberat 17,51 gram, tujuh butir pil inex dan sepucuk pistol FN beserta 14 butir peluru. Penangkapan S merupakan hasil pengembangan kasus narkoba lainnya.

Beberapa jam sebelumnya, polisi menangkap bandar lain berinisial A (36) di daerah Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi. Kepada polisi, tersangka mengaku mendapatkan barang haram itu dari Serda S. Oleh petugas, Serda S diamankan tanpa perlawanan dan diserahkan ke Denpom Jaya/II untuk diproses.

Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved