WartaKota/

Selancar Layang di Pulau Tabuhan Banyuwangi Diikuti 13 Negara

Sebanyak 13 negara ikut ambil bagian dalam ajang selancar layang dan selancar angin yang digelar di Pulau Tabuhan, 26-27 Agustus 2017.

Selancar Layang di Pulau Tabuhan Banyuwangi Diikuti 13 Negara
Seorang peserta beraksi dalam ajang Tabuhan Island Pro Kiteboarding di Pulau Tabuhan, Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (22/8/2015). (KOMPAS.COM/IRA RACHMAWATI) 

WARTA KOTA, BANYUWANGI -- Sebanyak 13 negara ikut ambil bagian dalam ajang promosi wisata dengan kemasan olahraga (sport tourism), yakni selancar layang dan selancar angin yang digelar Pemkab Banyuwangi, Jawa Timur, di Pulau Tabuhan, 26-27 Agustus 2017.

"Ajang bergengsi ini akan diikuti 50 peselancar layang dan angin profesional dari 13 negara. Mulai dari Belanda, Thailand, Malaysia, Austria, Italia, Australia, Spanyol, dan New Zealand.

Tak ketinggalan juga dari Amerika Serikat, Inggris, Swiss, Perancis, dan tuan rumah Indonesia," kata Bupati Abdullah Azwar Anas di Banyuwangi, Kamis.

Ajang "International Kite and Wind Surfing Competition" itu akan digelar di Pulau Tabuhan, pulau eksotis tak berpenghuni yang terletak di sisi timur Banyuwangi.

Anas mengatakan, sport tourism menjadi salah satu cara untuk mempromosikan pariwisata daerah yang kini digencarkan oleh Banyuwangi.

"Sport tourism efektif untuk mendorong wisata. Jadi kita dapat dua manfaat. Pertama, kunjungan atlet dan wisatawan penggemar sport tourism, dalam hal ini olahraga air. Kedua, promosi destinasinya, yaitu Pulau Tabuhan," ujar Anas.

Pulau Tabuhan merupakan pulau kecil dengan hamparan pasir putihnya dan keindahan terumbu karang di sekitarnya yang masuk Kecamatan Wongsorejo, Banyuwangi.

Hanya diperlukan waktu 20 menit untuk menuju ke pulau itu dengan menggunakan perahu motor.

Pulau Tabuhan dikenal memiliki angin yang cocok untuk digelar selancar layang dan selancar angin.

Bahkan, angin di Pulau Tabuhan, kata Anas, memiliki karakteristik yang tidak dimiliki di tempat lainnya.

Halaman
12
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Antara
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help