WartaKota/
Home »

News

» Jakarta

Putusan Mahkamah Agung Bikin Tarif Taksi Aplikasi Turun Lagi, Sopir Menjerit

Tarif taksi aplikasi mesti kembali turun mulai 2 November 2017 dan ujir KIR tak perlu ada lagi.

Putusan Mahkamah Agung Bikin Tarif Taksi Aplikasi Turun Lagi, Sopir Menjerit
Warta Kota
Ilustrasi taksi onlline 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Theo Yonathan Simon Laturiuw

WARTA KOTA, GAMBIR -- Putusan Mahkamah Agung (MA) terkait pencabutan Peraturan Menteri Perhubungan nomor 26 tahun 2017 tentang Angkutan Orang Dengan Kendaraan Bermotor Tidak Dalam Trayek membuat sopir taksi aplikasi (PM no 26/2017) menjerit.

Tarif taksi aplikasi mesti kembali turun mulai 2 November 2017 dan ujir KIR tak perlu ada lagi.

MA mencabut PM no 26/2017 lewat putusan MA Nomor 37 P/HUM/2017.

Ketua Koperasi Jasa PRRI (membawahi pengusaha taksi aplikasi Uber), Ponco Seno, mengatakan, keputusan hakim amat tak menguntungkan sopir dan pengusaha taksi aplikasi.

"Ini lebih menguntungkan konsumen dan perusahaan aplikasi," kata Seno ketika dihubungi Wartakotalive.com, Rabu (23/8/2017).

Menurut Seno, keputusan MA membatalkan 14 pasal dalam PM no 26/2017 mengganggu keteraturan yang sudah dibuat Kemenhub.

Terutama pembatalan pasal tentang kewajiban KIR, kuota Armada, penetapan tarif batas atas dan bawah, dan STNK atas nama badan hukum.

"Sekarang sudah ada 9.000 kendaraan taksi aplikasi yang melakukan uji KIR. Kan jadi nggak adil," ujar Seno.

Seno juga yakin tak akan ada sopir yang setuju dengan pencabutan batas tarif atas dan bawah.

Halaman
12
Penulis: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help