Empat Pria Diduga Debt Collector Rampas Dua Honda CBR di Pabrik di Bekasi

Korban Rusdi Barsudin (28) dan Oji Syahrul Pauji (24) tidak berani melawan, karena pelaku dibekali pistol dan senjata tajam.

Empat Pria Diduga Debt Collector Rampas Dua Honda CBR di Pabrik di Bekasi
istimewa
Ilustrasi 

WARTA KOTA, BEKASI - Empat pria yang mengaku sebagai debt collector merampas dua sepeda motor Honda CBR 150 CC milik karyawan pabrik di Kabupaten Bekasi, Minggu (20/8/2017) pukul 18.50.

Korban Rusdi Barsudin (28) dan Oji Syahrul Pauji (24) tidak berani melawan, karena pelaku dibekali pistol dan senjata tajam.

Berdasarkan data yang diperoleh, perampasan sepeda motor itu terjadi di PT Liwayway di Blok U Kawasan Jababeka I, Desa Karang Baru, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi.

Baca: Kapolri Lantik Sahabatnya di Densus 88 Menjadi Kapolda Metro Jaya

Saat itu, empat pelaku menghampiri petugas keamanan pabrik bernama Nadal. Kepada petugas, mereka mengaku sebagai petugas dari perusahaan penyedia jasa kredit sepeda motor, dan hendak mengambil motor korban.

Diduga tidak diperkenankan masuk, salah satu pelaku menodongkan sepucuk pistol ke arah Nadal dan Ridwan, karyawan lainnya. Salah seorang pelaku lainnya bahkan memukul Nadal menggunakan gagang pisau belati ke bagian pundaknya.

Sementara, dua pelaku lainnya menuju area parkir kendaraan untuk merampas dua sepeda motor korban. Honda CBR 150 CC B 4028 FJE milik Rusdi dan Honda CBR 150 CC Z 2192 MU milik Oji juga turut dibawa tersangka. Keempat pelaku itu kemudian bergegas melarikan diri.

Baca: Yusril Ihza Mahendra: Khilafah Itu Soal Tafsiran

Kapolsek Cikarang Komisaris Puji Hardi membenarkan hal itu. Menurut dia, kasus tersebut sedang ditangani penyidik Polsek Cikarang dan Polrestro Bekasi.

"Kasus ini sedang diselidiki oleh tim buru sergap Polsek dan Polres. Perlu kita koordinasi lebih lanjut untuk mengungkapkanya," kata Hardi.

Karena masih penyelidikan itulah, Hardi belum bisa memastikan apakah keempat pelaku tersebut bekerja sebagai debt collector atau bukan. Polisi juga tengah mempelajari rekaman kamera pengawas (CCTV) di pabrik untuk mengidentifikasi para pelaku.

Apabila terbukti bersalah, mereka akan dijerat pasal 368 KUHP tentang perampasan yang bakal dihukum penjara di atas lima tahun. (*)

Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved