Motivator ini Laporkan Seorang Penulis ke Polisi karena Merasa Nama Baiknya Dicemarkan

LBH Pers, LBH Jakarta dan ICJR menyatakan isi tulisan RP merupakan kebenaran dan tak bermuatan penghinaan sehingga kasus RP tak layak dilanjutkan.

WARTA KOTA, PALMERAH -- LBH Pers bersama LBH Jakarta dan ICJR mencatat adanya kasus terkait seorang motivator yang melaporkan penulis ilmiah yang bekerja di salah satu media di Indonesia, Ravio Patra (RP) ke pihak kepolisian di Polda Metro Jaya.

Motivator yang melaporkan RP ke polisi adalah Wempy Dyocta Koto (WDK). WDK melaporkan RP kepada polisi karena merasa telah terjadi pencemaran nama baik yang diduga dilakukan RP . Berdasarkan Laporan Polisi Nomor: SP.Dik/475/VIII/2017/Dit.Reskrimsus, langkah pelaporan dilakukan pada 21 Juni 2017.

LBH Pers bersama ICJR dan LBH Jakarta melalui tim bentukan mereka telah melakukan penelitian terhadap butir-butir tulisan RP. Tim menyimpulkan bahwa hal yang ditulis RP  merupakan suatu kebenaran dan tidak memiliki muatan penghinaan.

Tim yang dibentuk ketiga LSM tersebut terdiri dari Nawawi Bahrudin (LBH Pers); Yunita (LBH Jakarta) dan Supriyadi W Eddyono (ICJR).

LBH Pers adalah lembaga atau organisasi masyarakat yang bergerak di bidang kebebasan pers dan berpendapat serta perlindungan hukum bagi jurnalis dan perusahaan pers dari kekerasan terkait pemberitaan dan perlindungan hukum dari kriminalisasi oleh aparatus negara.

LBH Jakarta merupakan Lembaga Bantuan Hukum terbesar di Indonesia yang berdiri sejak 1971 dengan lebih dari 1000 pengaduan setiap tahunnya. LBH Jakarta memberikan bantuan hukum secara gratis kepada korban ketidakadilan khususnya warga DKI Jakarta dan sekitarnya (Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi)

Sedangkan Institute for Criminal Justice Reform, disingkat ICJR, adalah lembaga kajian independen dan advokasi yang memfokuskan diri pada reformasi sistem peradilan pidana dan hukum pada umumnya di Indonesia.

Awalnya, demikian tim yang dibentuk LBH Pers, LBH Jakarta dan ICJR mencatat bahwa RP mencantumkan sebuah tulisan di laman faceebook-nya pada 27 Mei 2017 tentang hasil investigasinya terhadap WDK.

RP menuliskan hal tersebut karena beberapa hal yang disampaikan WDK ke publik selama ini tidak akurat atau terlalu dilebih-lebihkan.

Misalnya, klaim WDK yang mengatakan ke publik bahwa dirinya sebagai CEO perusahaan konsultasi bisnis internasional bernama Wardour and Oxford, padahal perusahaan tersebut sudah tidak aktif sejak tahun 2012.

Selain itu, WDK juga mengklaim bahwa dirinya mendapatkan penghargaan sebagai Asia’s Highest Entrepreneurship Award.

Setelah RP melakukan penelusuran, ternyata istilah penghargaan tersebut tidak pernah ada. Masih banyak lagi hasil investigasi atau penelusuran RP yang dituangkan dalam tulisan di akun facebook-nya.

Selain mencantumkan tulisan hasil investigasinya, RP juga mencantumkan bukti hasil pencarian dalam bentuk screenshot berbagai sumber penelusurannya pada bagian bawah tulisan. Hal tersebut dilakukan sebagai bentuk pertanggungjawaban atas penelusuran yang dia lakukan.

Pasca pencantuman tulisan, keesokan harinya WDK merespon tulisan RP dengan manyampaikan beberapa klarifikasi. Namun secara tiba-tiba, WDK mengirimkan somasi (peringatan) tertulis kepada RP melalui kuasa hukumnya tertanggal 7 Juni 2017.

Dalam somasinya disebutkan bahwa RP telah melakukan dugaan tindak pidana pencemaran nama baik dan mendesak RP menyampaikan permintaan maaf kepada WDK.

"Kami organisasi masyarakat yang concern terhadap kebebasan berekspresi di Indonesia telah melihat secara teliti poin-poin tulisan RP dan menyimpulkan bahwa apa yang ditulis RP  merupakan kebenaran, dan tidak memiliki muatan penghinaan," tegas Tim melalui keterangan resmi ketiga lembaga tersebut hari ini.

Tulisan tersebut, tegas mereka, telah didasari hasil riset atau penelusuran yang dapat dipertanggungjawabkan.

Namun, lanjut Tim tersebut, kini RP justru telah dipanggil dan diperiksa oleh Ditreskrimsus Polda Metro Jaya. Pemanggilan sekaligus pemeriksaan berlangsung pada 16 Agustus 2017.

Halaman
12
Editor: YB Willy Pramudya
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved