WartaKota/
Home »

News

» Jakarta

KPK Segel Mobil Milik Panitera Pengganti Pengadilan Negeri Jakarta Selatan

Penyidik KPK menyegel satu mobil pribadi milik panitera pengganti Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, berinisial T.

KPK Segel Mobil Milik Panitera Pengganti Pengadilan Negeri Jakarta Selatan
TRIBUNNEWS/FAHDI FAHLEVI
Penyidik KPK menyegel satu mobil pribadi milik panitera pengganti Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, berinisial T. 

WARTA KOTA, RAGUNAN - Penyidik KPK menyegel satu mobil pribadi milik panitera pengganti Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, berinisial T.

Menurut pantauan Tribunnews.com, mobil milik T adalah Honda HR-V berpelat B 160 TMZ.

"Iya, itu mobil pribadi T," ujar Humas PN Jaksel I Made Sutrisna kepada wartawan di ruang kerjanya, Senin (21/8/2017).

Baca: BREAKING NEWS: KPK Tangkap Tangan Panitera Pengganti Pengadilan Negeri Jakarta Selatan

Selain mobil, KPK juga dikabarkan menyegel sejumlah barang milik T yang berada di ruang panitera pengganti di lantai satu PN Jaksel.

" Di dalam juga, meja dan lemarinya disegel," kata penjaga keamanan PN Jaksel.

Namun, Tribunnews.com tidak diperkenankan masuk ke dalam ruangan panitera pengganti.

Baca: Proses Redenominasi Rupiah Butuh Waktu 11 Tahun

KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di PN Jakarta Selatan, sekitar pukul 13.00 WIB siang tadi.

Menurut pantauan Tribunnews.com, tampak sekitar 10 orang yang diduga penyidik perempuan dan laki-laki memakai masker dan berbaju KPK, keluar dari PN Jaksel membawa seorang pria berkemeja pada pukul 13.00 WIB.

OTT tersebut dibenarkan oleh Humas PN Jaksel I Made Sutrisna. Dirinya mengungkapkan bahwa OTT tersebut dilakukan kepada pria berinisial T yang menjabat sebagai panitera pengganti di PN Jaksel.

Baca: Kota Bekasi Defisit Rp 122 Miliar, Dua Anggaran Dinas Ini Paling Banyak Dipotong

"Jadi saya sendiri baru menerima info dari staf, ada satu orang berinisial T dibawa oleh penyidik KPK, tapi sampai sekarang belum tahu kasusnya apa," ungkap Made.

"Dibawa dari kantor dari ruangan dia, tapi belum tahu dibawa ke mana," tambah Made.

Menurut info yang yang dihimpun Tribunnews.com, OTT tersebut terkait suap kasus perdata. (Fahdi Fahlevi)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help