Rehab Tingkat Berat 119 Gedung Sekolah di Jakarta Terancam Terlambat Gara-Gara Masalah ini

Rehabilitasi tingkat berat 119 sekolah di Jakarta terancam terlambat penyelesaiannya karena Dinas Pendidikan tak kunjung menentukan pemenang lelang.

WARTA KOTA, GAMBIR -- Rehabilitasi tingkat berat terhadap 119 gedung sekolah di Jakarta terancam terlambat penyelesaiannya karena Dinas Pendidikan DKI Jakarta tak kunjung menentukan pemenang lelang proyek  ini. Padahal penetapan pemenang seharusnya sudah dilakukan pada 16 Agustus 2017.

Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Paket Lelang Rehab Berat Sekolah Badan Pelayanan Pengadaan Barang dan Jasa DKI (BPPBJ), Firman, mengancam akan membawa masalah lambannya penetapan pemenang oleh pemegang anggaran (Kepala Dinas Pendidikan DKI) ke rapat pimpinan Pemprov DKI pada Senin (21/8/2017).

"Besok Kepala Badan akan menyampaikan ini di rapat pimpinan," kata Firman ketika dihubungi Wartakotalive.com, Minggu (20/8/2017).

Menurut Firman, penetapan pemenang proyek rehabilitas berat sekolah memang mesti dilakukan pemegang anggaran.

"Ini kan proyek di atas Rp 100 milliar. Jadi harus pemegang anggaran yang menetapkan," jelas Firman.

Pihak BPPBJ hanya sebatas menyeleksi dan memberi pilihan perusahaan mana saja yang dapat ditetapkan sebagai pemenang.

Firman mengatakan sebaiknya penandatangan kontrak dilakukan bulan Agustus 2017 ini sehingga pengerjaan bisa segera dilakukan. Alasannya pada 15 Desember 2017, rehabilitasi tingkat berat atas sebanyak 119 sekolah sudah harus selesai.

Wakil Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Bowo Irianto, mengatakan bahwa penetapan pemenang lelang rehab sekolah bukan dilakukan oleh kepala dinas meskipun kepala dinas memang pemegang anggaran.

"Ya kepala dinas memang pemegang anggaran. Tapi soal rehab berat sekolah itu setiap Kepala Suku Dinas Pendidikan di tiap wilayah sudah menunjuk salah satu Kasudin untuk menetapkan pemenang lelang," ujar Bowo saat dihubungi Wartakotalive.com, siang ini.

Oleh sebab itu, kata Bowo, yang ditunggu BPPBJ sebenarnya bukan Kepala Dinas, melainkan kepala suku dinas yang diberi kuasa menetapkan pemenang.

Tersisa dua kontraktor
Saat ini hanya tersisa dua perusahaan dari tiga yang tengah dipertimbangkan untuk dijadikan pemenang.

Sebelumnya terdapat tiga kontraktor yang lolos hingga tahap pengajuan harga penawaran sementara (HPS). Mereka ialah adalah PT Amarta Karya, PT Murni Konstruksi, dan Multi Struktur.

Nilai total tender proyek ini adalah sebesar Rp 191,8 milliar. PT Amarta Karya mengajukan HPS sebesar Rp 173 milliar. PT Murni Konstruksi sebesar rp 180 milliar dan PT Multi Structure Rp 183 milliar.

Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Paket Lelang Rehab Berat Sekolah (BPPBJ), Firman, mengatakan, pihaknya tak menyodorkan nama PT Amarta Karya ke pemegang anggaran karena banyak dokumen yang tak lengkap.

"Jadi hanya dua yang kami usulkan," jelas Firman seryta menambahi saat perusahaan yang mengajukan HPS lebih rendah memiliki peluang menang.

Penulis: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Editor: YB Willy Pramudya
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved