Terbebani Status Unggulan Mental Jojo Justru Terganggu dan Sering ke Psikolog

Menyandang status unggulan juara ternyata justru membuat sejumlah atlet merasa terbebani. Jonatan Christie bahkan harus sering pergi ke psikoloog.

Terbebani Status Unggulan Mental Jojo  Justru Terganggu dan Sering ke Psikolog
PBSI
Jonatan Christie (putih) melenggang ke babak kedua Malaysia Open Super Series 2017 setelah mengalahkan rekannya sendiri, Anthony Sinisuka Ginting (merah) dengan skor 21-17, dan 21-12 , Rabu (5/4). 

WARTA KOTA, CIPAYUNG -- Menyandang status unggulan juara ternyata justru membuat sejumlah atlet merasa terbebani.

Jonatan Christie, adalah satu dari sekian banyak atlet yang merasakan hal tersebut. Alih-alih termotivasi, Jojo, demikain sapaan akrabnya, itu. mengaku mentalnya malah terganggu.

Kekalahannya di New Zealand Open Grand Prix Gold 2017 kemarin, kata Jojo, disebabkan status unggulan yang disandangnya.

"Jujur, waktu saya lihat nama saya sebagai unggulan juara nomor tiga, mental saya langsung terganggu. Akhirnya di lapangan saya tidak bisa fokus untuk menang, malah fokus ke masalah, dan akhirnya kalah, " kata Jojo.

Di SEA Games 2017, Jojo mengatakan bahwa tekanan beban itu bukan tak mungkin akan kembali menerpanya.

Pasalnya, dari sederet pemain yang akan berlaga, Jojo merupakan pemain tunggal putra dengan ranking tertinggi, dan ditarget mendapat medali emas.

Untuk mengusir rasa terbebani itu, Jojo mengatakan, ia melakukan banyak konsultasi dengan psikolog yang didatangkan pihak Kemenpora.

Psikolog ini, kata Jojo, nantinya juga akan mendampingi dirinya dan para kompatriotnya di Kuala Lumpur nanti.

"Saya banyak tukar pikiran dengan psikolog tentang bagaimana caranya mengatasi rasa terbebani itu. Saya dikasih tahu supaya jangan melihat segala sesuatu dari masalahnya saja, " kata Jojo.

Dengan adanya pendampingan psikolog, Jojo pun berharap penampilannya bisa jauh lebih baik di SEA Games 2017 nanti, dan memenuhi target PBSI.

Menyoal peta kekuatan lawan, Jojo mengaku para calon lawannya di Malaysia, khususnya dari tim tuan rumah maupun Thailand, memang tidak ada yang mematikan.

Namun, Jojo menyatakan tetap waspada. Menurutnya, walaupun tidak mengirim Tanongsak Saensomboonsuk (peringkat 13 dunia), Thailand masih memiliki Khosit Phetpradab, dan Supanyu Avihingsanon.

"Tuan rumah tentunya juga perlu diwaspadai, karena mereka pasti akan main habis-habisan di hadapan publik mereka," tuturnya.

Jojo juga menyatakan perjuangan di SEA Games tetap tidak bisa dianggap lebih mudah walaupun para pemain kelas dunia di tim lawan banyak yang tidak ada. "Saya akan main maksimal," ujarnya.

Penulis: Banu Adikara
Editor: YB Willy Pramudya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help