Maling Aki Truk Nekat Ceburkan Diri di Kalimalang karena Takut Diamuk Massa

Dia sempat naik ke tepi kali, tapi sempat ditimpuk batu oleh warga. Akhirnya, dia kembali menceburkan diri ke kali.

Maling Aki Truk Nekat Ceburkan Diri di Kalimalang karena Takut Diamuk Massa
Rangga Baskoro
Ilustrasi. Maling aki truk ceburkan diri ke Kalimalang. 

WARTA KOTA, BEKASI -- Seorang pria nekat menceburkan diri di aliran Kalimalang, Kampung Pasir Konci, Desa Pasirsari, Kecamatan Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi pada Selasa (15/8/2017) siang.

Pria yang belum diketahui identitasnya itu diduga menceburkan diri karena takut diamuk massa saat mencuri sebuah aki truk milik warga sekitar.

“Dia ketakutan karena dikejar warga, jadi nyebur ke Kalimalang,” kata salah seorang warga sekitar, Hadi Suroso (43) kepada wartawan pada Selasa (15/8).

Hadi mengungkapkan, pria tersebut diduga hendak mencuri sebuah aki truk milik warga yang sedang parkir di dekat lokasi kejadian. Saat itu, aksinya terpergok warga sehingga meneriakinya maling.

Takut diamuk massa, pelaku kemudian berlari dan menceburkan diri ke kali.

“Dia sempat naik ke tepi kali, tapi sempat ditimpukin batu oleh warga. Akhirnya, dia kembali menceburkan diri ke kali,” jelas Hadi.

Menurut dia, aksi massa rupanya berujung maut. Pelaku kemudian hanyut di tengah derasnya aliran Kalimalang hingga lambaian tangannya di permukaan air tidak terlihat. “Tiba-tiba dia menghilang, kemungkinan tenggelam ke dasar,” ujarnya.

Mengetahui hal itu, kata dia, warga kemudian melapor ke petugas kepolisian setempat. Anggota Polsek Cikarang Selatan yang dibantu Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi kemudian menyisir lokasi kejadian dengan perahu karet.

Hingga Selasa (15/8) petang, tubuh pria tersebut belum ditemukan petugas. “Anggota masih melakukan pencarian pria itu,” kata Kepala Sub Bagian Humas Polrestro Bekasi Komisaris Kunto Bagus.

Kunto mengimbau kepada masyarakat agar tidak main hakim sendiri apabila melihat praktik kejahatan. Sebaiknya, kata Kunto, pelaku segera diamankan dan dilaporkan ke petugas kepolisian setempat. “Serahkan kasus ini ke polisi dan warga tidak sepatutnya main hakim sendiri. Bagaimanapun juga pelaku kejahatan dilindungi Hak Asasi Manusia (HAM),” jelas Kunto.

Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help