Cegah Penyimpangan, Polisi Bakar 2,7 Ganja, 2,4 Sabu, dan 1,2 Juta Ekstasi

Pihak kepolisian bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) melakukan pemusnahan barang bukti narkoba di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Selasa (15/8)

Cegah Penyimpangan, Polisi Bakar 2,7  Ganja, 2,4 Sabu, dan 1,2 Juta Ekstasi
Warta Kota/Mohamad Yusuf
Jenderal Polisi Tito Karnavian, Kapolri, bersama Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Komjen Pol Budi Waseso, saat pemusnahan barang bukti narkoba di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Selasa (15/7/2017). 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Mohamad Yusuf

WARTA KOTA, SEMANGGI -- Pihak kepolisian bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) melakukan pemusnahan barang bukti narkoba di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Selasa (15/8/2017).

Pemusnahan dilakukan dengan membakar barang bukti di incinerator garbage.

"Total barang bukti narkoba yang kami musnahkan sebanyak 2,73 ton ganja, 1,4 ton sabu, 1,2 juta butir ekstasi, 36.010 butir happy five, dan 5,5 juta psikotropika Gol IV yang berhasil diamankan oleh seluruh Polda di Indonesia," kata Jenderal Polisi Tito Karnavian, Kapolri, saat pemusnahan barang bukti narkoba di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Selasa (15/7/2017).

Jenderal Polisi Tito Karnavian, Kapolri, saat pemusnahan barang bukti narkoba di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Selasa (15/7/2017).
Jenderal Polisi Tito Karnavian, Kapolri, saat pemusnahan barang bukti narkoba di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Selasa (15/7/2017). (Warta Kota/Mohamad Yusuf)

Jumlah narkoba tersebut merupakan hasil pengungkapan kasus dari Januari 2017 hingga Juli 2017.

Dengan jumlah tersangka sebanyak 287 orang.

"Pemusnahan ini bukan saja berlangsung disini, tapi serentak di seluruh Polda. Khusus di tempat ini sendiri hasil pengungkapan bersama yang dilakukan oleh Mabes Polri, Bareskrim, Polda Metro Jaya, BNN dan Bea Cukai. Pemusnahan ini bertujuan sebagai transparansi dan mencegah terjadinya penyimpangan terhadap barang bukti," katanya.

Selain itu, lanjut mantan Kapolda Metro Jaya tersebut, pemusnahan juga dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab.

Sebagaimana pemusnahan telah diatur Undang-Undang.

"Tujuan ini sebagai bentu pertanggungjawaban bahwa barang barang ini sudah dilakukan tes forensi. Kemudian sudah diamankan khusus dan kami hancurkan sesuai aturan UU setelah sebagaian disisihkan," katanya.

Jenderal Polisi Tito Karnavian, Kapolri, saat pemusnahan barang bukti narkoba di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Selasa (15/7/2017).
Jenderal Polisi Tito Karnavian, Kapolri, saat pemusnahan barang bukti narkoba di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Selasa (15/7/2017). (Warta Kota/Mohamad Yusuf)

Tito juga menyebut bahwa Indonesia juga menjadi sasaran narkoba internasional. Karena itu perlu dilakukannya kerjasama yang baik dengan berbagai pihak.

"Ini sebagai wake up call bagi kita semua kalau jumlah yang besar mendankanan negara kita menjadi sasaran narkoba internasional. Ini perlu kerjasama yang baik. Disini juga ada bu menkes kepala Balai BPOM dan Kemenkumham. Ini sebagai langkah merapatkan barisan terutama untuk mengawasi narkoba golongan empat yang dijual bebas yang berbahaya kalau dipakai masyarakat dalam jangka panjang," jelasnya. (*)

Penulis: Mohamad Yusuf
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help