WartaKota/

Presiden: Pembangunan Manusia Lebih Penting

"Jangan dipikir kita hanya membangun infrastruktur fisik saja, tidak! Sumber daya manusia lebih penting daripada fisik tadi," kata Presiden Jokowi.

Presiden: Pembangunan Manusia Lebih Penting
Antara
Presiden RI Joko Widodo, meminta masyarakat, terutama kalangan pelajar dan mahasiswa agar menghentikan aksi bullying atau perundungan yang terjadi di sekolah atau kampus-kampus, termasuk di jagat media sosial (medsos). Hal itu disampaikan di sela-sela peringatan Hari Anak Nasional di Pekanbaru Riau, Minggu (23/7/2017) 

WARTA KOTA, PALMERAH -- Presiden Joko Widodo mengatakan pemerintah tidak hanya melakukan pembangunan di bidang infrastruktur fisik saja karena pembangunan sumber daya manusia merupakan hal yang lebih penting.

"Jangan dipikir kita hanya membangun infrastruktur fisik saja, tidak! Sumber daya manusia lebih penting daripada fisik tadi," kata Presiden yang dikenal luas dengan panggilan Jokowi saat memberikan kuliah umum di Universitas Muhammadiyah Jember, Minggu.

Namun Presiden juga menyebutkan kesenjangan antarwilayah barat, tengah dan timur yang terjadi saat ini juga harus diselesaikan.
"Oleh sebab itu dalam menyelesaikan berbagai masalah agar kelak kita dapat bersaing dengan negara-negara lain, kita memerlukan yang namanya infrastruktur," tuturnya.

Menurut dia, infrastruktur merupakan hal dasar sehingga Pemerintah mengejar-ngejar pembangunan jalan tol, pelabuhan, bandara, pembangkit listrik dan lain-lainnya.

"Karena inilah kunci dasar agar kita memiliki daya saing. Kalau ini sudah hampir selesai, kita akan masuk babak besar kedua yaitu pembangunan manusia. Ini yang harus kita kerjakan, kalau dua ini selesai kita masuk ke fase industri, jasa, fase IT, akan lebih mudah karena pondasinya sudah kuat. Satu satu visi besar ini harus disampaikan kepada masyarakat," papar Jokowi.

Pada awal kuliah umumnya, Presiden Jokowi membahas perubahan yang harus dihadapi dalam lima hingga sepuluh tahun mendatang karena perubahan itu berlangsung begitu cepat.

"Inilah masa transisi yang paling kita antisipasi. Perubahan sangat cepat. Kalau tidak menyadarinya kita bisa ditinggal, terutama menyadari (kondisi) SDM yang kita miliki," ujarnya.

Presiden mencontohkan perubahan dalam bidang transportasi. Migrasi manusia dalam jumlah banyak dapat dilakukan dengan begitu cepat.

"Kita baru proses membangun MRT (Mass Rapid Transit--red), baru proses membangun LRT (Light Rail Transit- red), baru akan mulai membangun kereta cepat," katanya.

Selain itu, lanjut kepala Negara, kita juga terjadi perubahan dalam sistem pembayaran di tengah situasi hampir 90 persen manusia di Indonesia masih memaki uang tunai atau mungkin kartu kredit.

Menurut dia, perubahan-perubahan itu harus diantisipasi. Karena kalau tidak disiapkan, maka nilai keindonesiaan, pembangunan karakter SDM-nya,bisa terjadi intervensi ideologi tanpa disadari.

Intervensi itu bisa melalui media sosial path, facebook, videoblog, dan lainnya, yang harus diantisipasi.

"Perubahan seperti itu jangan sampai membuat nilai-nilai keindonesiaan kita tergerus," ujar Jokowi.

Editor: YB Willy Pramudya
Sumber: Antara
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help