WartaKota/
Home »

News

» Jakarta

Warga pulau Untung Jawa Masih Membutuhkan Air Bersih

Namun menurut Ade saat musim kemarau tiba, air tanah yang ada di pulau akan berubah rasa menjadi lebih asin seperti air laut.

Warga pulau Untung Jawa Masih Membutuhkan Air Bersih
Alija Berlian Fani
Konprensi pers di pulau Untung Jawa, Sabtu (13/8/2017) 

WARTA KOTA, KEPULAUAN SERIBU - Lurah Pulau Untung Jawa, Ade Slamet mengatakan pulau yang saat ini dihuni oleh 2400 orang dengan luas sekitar 40 hektar masih membutugkan sumber air bersih untuk kehidupan sehari-hari.

"Kita di sini memiliki BWRO yang dibuat Pemda DKI, harganya cukup murah Rp 1.000 atau Rp 2.000 pergalon. Ada juga SWRO tapi tidak dijalankaj secara optimal," ungkap Ade di kantornya, Sabtu (12/8/2017).

Diketahui BWRO adalah singkatan dari Backrish Water Reverse Osomosis yang mengelola air tahan untuk di minum. Sedangkan SWRO adalah Sea Water Reverse Osmosis yang mengolah air laut sebagai layak air minum.

Namun menurut Ade saat musim kemarau tiba, air tanah yang ada di pulau akan berubah rasa menjadi lebih asin seperti air laut.

"Kalau mandi badan jadi lengket, mau gosok gigih saja susah. Saya kalau sudah misum kemakrau 3 sampai 4 bulan mau gosok gigi pakai air mineral," jelasnya.

Ia melanjutkan, pengunaan SWRO pun tidak bisa dirasakan penuh oleh 500 rumah yang ada di pulau Untung Jawa. Hanya memproduksi 50 meter kubik air per harinya.

Ditemui pada kesempatan yang sama Direktur Utama Pam Jaya, Erlan Hidayat mengakui SWRO masih mengalami keterbatasan dalam mengalirkan air ke setiap rumah warga.

"Sampai saat ini baru produksi 50 meter kubik, 8 jam per hari. Kalau operasikan full, membrane sebagai teknologi SWRO dapat rusak. Jadi kami hitung kemampuan. Makanya kita belum operasionalkan secara full,” jelasnya.

‎Ia menjelaskan bahwa PAM Jaya tidak berani mengoperasikan secara optimal karena masih memperhitungkan risiko kerusakan SWRO terutama pada bagian membran sebagai intinya.

"Kalau terjadi kerusakan membran bukanlah tanggung jawab PAM Jaya, tetapi Kementerian Pekerjaan Umum, yang merupakan pemegang aset SWRO. Kami hanya menanggung kerusakan yang bersifst operasional," paparnya. (Alija Berlian Fani)

Editor: Adi Kurniawan
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help