WartaKota/
Home »

Video

VIDEO: Lihat Cantiknya Koreografi Air Mancur Monas Jakarta Fountain

Pertunjukan air mancur menari yang diiringi oleh musik dilakukan sebanyak dua kali seminggu, yakni Sabtu dan Minggu, pada jam 19.30 dan 20.30.

WARTA KOTA, JAKARTA- Air Mancur Pesona Monas yang kini berganti nama menjadi Monas Jakarta Fountain direvitalisasi atas persetujuan Gubernur DKI Jakarta terdahulu yakni Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Air Mancur Pesona awal kali diresmikan pada tahun 2005, namun seiring berjalannya waktu, mengalami kerusakan pada tahun 2009, sehingga pengoperasiannya dihentikan. Pihak KPK Monas kemudian mengusulkan untuk dilakukan perbaikan atas keluhan dari masyarakat.

"Perbaikan kami mulai ketika awal tahun sekitar Februari. Karena masih musim hujan kan jadi banyak nyamuk dikeluhkan masyarakat, kemudian kita coba kuras dan perbaiki. Hasilnya ini dia ketemu Pak Basuki pada waku jadi gubernur. Kemudian Pak Basuki berkehendak untuk menyumbang, bukan dalam bentuk uang dana, tapi material sparepart elektrik dan kabel," ujar Kasubbag TU KPK Monas Arista Nurbaya, Gambir, Jakarta Pusat, Sabtu (12/8) malam.

Ketika dioperasikan, terlihat sebuah layar yang terpampang di atas air mancur yang disebut sebagai screen water. Teknologi yang digunakan dalam pengoperasian masih memanfaatkan perangkat yang terdahulu.

"Itu namanya screen water. Screen water itu biasanya ditembak oleh laser. Jadi biasanya untuk video yang bergerak. Yang lainnya adalah air mancur tembak biasa. Teknologi meskipun waktu 2004 sudah bagus, cuma kalau dibandingkan dengan sekarang mungkin agak ketinggalan," ujarnya.

Selain screen water, beberapa lagu yang diaransemen oleh Addie MS juga akan diputar ketika air mancur dioperasikan selama kurang lebih 30 menit. Pertunjukan air mancur menari yang diiringi oleh musik dilakukan sebanyak dua kali seminggu, yakni Sabtu dan Minggu, pada jam 19.30 dan 20.30.

"Setiap kali show itu sekitar 20-30 menit. Setiap kali show itu direncanakan 2 lagu jeda, 2, lagu jeda. Jadi kira-kira akan main sekitar 5-6 lagu. Aransemen Addie MS dari lagu-lagu daerah dan copyright dipegang PT Garuda Persero," kata Arista.

Meskipun masih memanfaatkan teknologi yang lama, namun untuk sementara waktu, sambung Atista, pengoperasian Monas Jakarta Fountain untuk saat ini dinilai cukup untuk menyelamatkan aset yang terbengkalai sejak 2009.

"Ini kondisinya hanya untuk memfungsikan kembali. Jadi mungkin secara kualitas kalau dibandingkan 2009 terakhir operasi, skitar 60-70 persen. Karena masih dioperasikan secara manual karena harusnya nanti pake program laser, lighting lebih bagus," katanya.

Pihaknya pun berencana untuk kembali melakukan revitalisasi di tahun depan seperti perbaikan tata cahaya lampu dan mesin pompa.

"Yang jelas Insya Allah, lighting ya pasti. Kemudian beberapa pompa harus diganti karena memang tidak 100 persen yang dipakai. Kemudian sound system," tuturnya. (m8/Rangga Baskoro)

Editor: ahmad sabran
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help