WartaKota/
Home »

Depok

Penutupan Dua Perlintasan KA Tersisa di Depok Masih Alot, Ini Penyebabnya

Rencana Kementerian Perhubungan menutup enam perlintasan sebidang kereta api (KA) di Depok ternyata baru empat perlintasan saja yang terealisasi.

Penutupan Dua Perlintasan KA Tersisa di Depok Masih Alot, Ini Penyebabnya
Warta Kota/Fitriyandi Al Fajri
Suasana perlintasan sebidang di dekat Ruko Ampera, Bekasi Timur, Kota Bekasi pada Minggu (13/8). Perlintasan sebidang rawan terjadi kecelakaan, karena tidak dijaga petugas resmi dan sejumlah peralatan yang mendukung untuk mengetahui kedatangan kereta api. 

WARTA KOTA, DEPOK -- Rencana Kementerian Perhubungan untuk menutup enam perlintasan sebidang kereta api (KA) di Depok ternyata baru empat perlintasan saja yang terealisasi penututannya.

Masih terdapat dua perlintasan KA yang belum ditutup atau ditunda penutuapannya karena masig ada warga yang menolak selain belum selesainya pembicaraan antara pihak terkait dan warga yang menolaknya.

Sebelumnya Kementerian Perhubungan berencana menutup enam perlintasan KA di Depok. Penutupan akan dilakukan secara bergilir atau bertahap mulai 28 Juli hingga 11 Agustus 2017.

Kepala Dishub Depok Gandara Budiana menuturkan, dua titik perlintasan KA yang menurut rencana semual akan ditutup secara permanen namun belum terealisasi atau tertunda hingga kini ialah Perlintasan KA Gang Tina Salon di Kelurahan Depok, Kecamatan Pancoran Mas dan Perlintasan KA Gang Satiri, Ratu Jaya, Cipayung, Depok.

"Penutupan kedua titik perlintasan KA itu, untuk sementara batal dilakukan," kata Gandara, Minggu (13/8/2017).

Awalnya, tutur Gandara, perlintasan KA di Gang Tina Salon akan ditutup pada hari Jumat (28/7/2017) malam pukul 21.00. Namun karena penolakan warga serta kajian dan usulan ke Kemenhub, akhirnya disepakati bahwa penutupan ditunda.

"Karena belum memadainya jalan alternatif yang tersedia, maka penutupan perlintasan KA di Gang Tina Salon, Pancoran Mas, Depok, ditunda sementara waktu," kata Gandara.

Masih menurut Gandara, penundaan tersebut, sesuai dengan kesepakatan dengan Direktorat Jenderal Perkeretaapian, dilakukan hingga 18 Agustus mendatang.

Penundaan yang sama juga berlaku untuk perlintasan KA di Gang Satiri, Ratu Jaya, Cipayung, Depok yang semula akan ditutup secara permanen pada Selasa (8/8/2017). Saat itu pihak Kemenhub menundanya hingga 11 Agustus, tetapi kemudian kembali gagal dilakukan.

Penyababnya, menurut Gandara, warga meminta dibukanya jalan baru sebelum jalan akses satu-satunya ke permukiman warga tersebut ditutup.

Pembukaan jalan baru, kata dia, harus bisa dilalui kendaraan roda empat agar kendaraan ambulans atau mobil pemadam kebakaran bisa mendapatkan akses masuk sebagai antisipasi jika terjadi bencana atau sesuatu yang menimpa warga di sana.

Adapun penutupan empat perlintasan KA yang sudah terealisasi kini kondisinya sudah berpagar besi. Penutupan dilakukan karena keberadaan keempat perlintasn KA itu dianggap mengancam keselamatan pengendara dan warga yang melintasi.

Keempat perlintasan KA yang sudah ditutup secara permanen itu ialah perlintasan KA depan Jalan Manggis atau di dekat TK Pertiwi, Pancoran Mas; perlintasan KA Gang Coteng, Ratujaya, Cipayung; perlintasan KA di Gang Damai, Citayam, dan perlintasan KA di Gang Depok Baru di sekitar Pasar Kemiri.

Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: YB Willy Pramudya
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help