WartaKota/
Home »

Depok

Pemkot Depok Minta Rencana Penutupan Dua Perlintasan KA Tersisa Dibatalkan

Dinas Perhubungan Kota Depok telah mengirimkan surat ke Kementerian Perhubungan agar rencana penutupan dua perlintasan sebidang KA tersisa dibatalkan.

WARTA KOTA, DEPOK -- Pemerintah Kota Depok melalui Dinas Perhubungan Kota Depok telah mengirimkan surat ke Kementerian Perhubungan agar rencana penutupan perlintasan sebidang KA di Gang Tina Salon,  Pancoran Mas, Depok dan perlintasan serupa di Gang Satiri, Ratu Jaya, Cipayung, Depok, dikaji ulang atau dibatalkan.

Hal itu dikatakan Kepala Dishub Depok Gandara Budiana, Minggu (13/8/2017). "Kami sudah minta melalui surat resmi, agar penutupan perlintasan KA di dua titik itu, dikaji ulang atau dibatalkan sementara," kata Gandara.

Alasannya, menurur Gandara, berdasarkan masukan warga yang diterima Dishub Depok, jika kedua perlintasan tersebut ditutup,  lokasi warga akan terisolasi dan tidak dapat dilalui kendaraan roda empat.

Situasi seperti itu dipandang warga sebagai situasi yang rentan. Sebab jika sewaktu-waktu terjadi kebakaran atau bencana lainnya mobil pemadam kebakaran atau ambulans tidak akan dapat masuk dan menjangkau lokasi tempat mereka bermukim.

Pada dasarnya, kata Gandara, pihaknya mendukung peningkatan keselamatan yang dilakukan Kemenhub dan PT KA dengan menutup perlintasan KA yang ada.

Namun dampak yang akan timbul di dua titik itu, di antaranya tidak dapat diaksesnya lokasi permukiman warga apabila terjadi kebakaran atau bencana lainnya.

"Karena itu  kami sudah minta rencana tersebut dikaji ulang atau dibatalkan, berdasar masukan dari warga," kata Gandara.

Menurutnya penutupan perlintasan KA di dua titik itu dapat diterima warga, asal kemudian disediakan akses jalan baru ke lokasi mereka yang dapat dilalui kendaraan roda empat,  terutama mobil pemadam kebakaran dan ambulans untuk mengantisipasi jika sewaktu-waktu terjadi bencana.

Gandara yakin Kemenhub akan mendengarkan masukan warga dan dalam waktu dekat akan membatalkan dan mengkaji ulang rencana penutupan perlintasan KA di dua titik tersebut.

Seperti diketahui dari enam perlintasan sebidang KA di Depok, yang menurut rencana ditutup permanen oleh Kementerian Perhubungan secara bergiliran dan bertahap, mulai 28 Juli hingga 11 Agustus lalu, baru empat perlintasan KA yang sudah ditutup. 

Dua perlintasan lagi belum ditutup karena masih adanya penolakan oleh warga dan pembicaraan tenttang hal itu belum tuntas.

Empat perlintasan KA yang sudah ditutup permanen itu adalah perlintasan KA di depan Jalan Manggis dekat TK Pertiwi, Pancoran Mas; perlintasan KA di Gang Coteng, Ratujaya, Cipayung; perlintasan KA di Gang Damai, Citayam, dan perlintasan KA di Gang Depok Baru di sekitar Pasar Kemiri.

Sebelumnya Direktur Keselamatan Perkeretaapian Ditjen Perkeretaapian Kementerian Perhungan Edi Nur Salam mengatakan rencana dan jadwal penutupan perlintasan sebidang KA di Depok sudah disepakati dan akan dilaksanakan di lapangan atas kordinasi penuh pihak terkait bersama Pemkot Depok.

"Penutupan ini untuk menjamin keselamatan pengguna jalan dan keselamatan perjalanan kereta api," katanya dalam surat tertulis kesepakatan penutupan permanen perlintasa  sebidang yang didapat Warta Kota, Jumat (14/6/2017). Nantinya, katanya,  tidak akan ada lagi kecelakaan yang terjadi di perlintasan sebidang KA. 

Penutupan ini menurutnya dilakukan berdasarkanUU Nomor 23 Tahun 2007 tentang perkeretaapian untuk menjamin keselamatan pengguna jalan dan keselamatan perjalanan perkeretaapian.

Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: YB Willy Pramudya
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help