WartaKota/
Home »

News

» Jakarta

Pedagang Ex-JP 05 Berharap agar Pembongkaran Ditunda Hingga Gubernur Baru Dilantik

Pembongkaran kios pedagang diharapkan dilakukan setelah Gubernur DKI Jakarta terpilih, Anies Basewedan, resmi dilantik, bulan Oktober nanti.

Pedagang Ex-JP 05 Berharap agar Pembongkaran Ditunda Hingga Gubernur Baru Dilantik
Warta Kota/Rangga Baskoro
Kalangan pedagang menyampaikan aspirasi dan harapan agar pembongkaran kios dibatalkan. 

WARTA KOTA, CEMPAKA PUTIH -- Mochammad Solihin (43), Koordinator Pedagang Ex-JP 05 mengharapkan agar pihak Pemkot Jakarta Pusat menunda pembongkaran kios-kios pedagang setelah Gubernur DKI Jakarta terpilih, Anies Basewedan, resmi dilantik pada bulan Oktober mendatang.

Hal itu dinyatakannya lantaran pihak Pemkot Jakpus beralasan penertiban pedagang di Ex-JP 05 berdasarkan pada ketentuan Gubernur DKI Jakarta terdahulu yakni Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), yang memfokuskan programnya pada pengembalian fungsi jalur beserta ruang terbuka hijau (RTH).

"Kebijakan pemerintah sekarang kan mau ditinggalin sebentar lagi. Maunya teman-teman sih ini kan sebentar lagi transisi. Dalam arti Gubernurnya mau diganti. Kepemerintahan yang nanti kan gak tahu programnya seperti apa. Ya harapan kami sih jangan ada kegiatan seperti ini dulu," kata Solihin di lokasinya berdagang, Kamis (10/8/2017).

Pembongkaran Ex-JP 05 pun dinilai oleh Solihin tidaklah tepat.

Lantaran lokasi para pedagang dianggap tak mengganggu lingkungan dan ketertiban umum.

"Kan pas Pak Ahok menjabat, dia bilang kalau semua PKL dan JP yang berdiri di atas trotoar, di atas saluran air dan menganggu ketertiban umum kan harus dibongkar. Coba lihat tempat kami, trotoar gak ada, bangunan kami dibangun di depan saluran, gak bikin macet juga kok," ungkapnya.

Apalagi, sambung Solihin, program 'Oke Oce' yang digadang-gadangkan oleh pasangan Anies-Sandi memfokuskan urusan para pengusaha mikro kecil dan menengah. Namun pihak Kecamatan Cempaka Putih menyatakan bahwa mereka mengikuti kebijakan kepemerintahan yang saat ini.

"Belum tentu kebijakannya sama. Apalagi, sekarang, ada 'Oke Oce'. Orang-orang seperi ini (pedagang) kan justru mau dikembangkan. Ya mungkin ini karena sudah mau habis pemerintahan yang lama, sehingga baru direalisasikan," kata Solihin. (Rangga Baskoro)

Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help