WartaKota/
Home »

Bisnis

» Mikro

Nescafe Dukung Anak Muda Kreatif

Program Nescafe Kickstart sejak April 2017, ada 5.000 anak muda dari Yogyakarta, Bandung, Surabaya, dan Jakarta.

Nescafe Dukung Anak Muda Kreatif
Produk perona pipi Goldenude menjadi pemenang dari Nescafe Kickstart 2017. Produk yang digawangi William, Gwyneth dan Nathania berhasil menyisihkan 5000 peserta yang mengikuti program tersebut dan berhak mendapat hadiah Rp 50 juta. Pengumuman pemenang dilakukan di Komunitas Salihara, Pasar Minggu, Rabu (9/8/2017). 

WARTA KOTA, PASAR MINGGU-Antusias anak muda untuk berwirausaha cukup tinggi. Salah satu indikatornya ketika Nescafe meluncurkan program Kickstart sejak April 2017, ada 5.000 anak muda yang berasal dari Yogyakarta, Bandung, Surabaya, dan Jakarta mengirimkan ide dan karya bisnis kreatifnya.

Mereka unjuk kreatifitas dan berebut hadiah senilai Rp 200 juta. Para peserta mempresentasikan berbagai ide dibidang musik, art & culture, fashion, kuliner, dan teknologi.

Category Marketing Manager RTD Beverages Nestle Indonesia Jeffri Ricardo mengaku bingung ketika menentukan pemenang. Pasalnya semua ide yang masuk sangat kreatif.

Nescafe Kickstart sendiri merupakan program perdana yang diinisiasi untuk memberikan kesempatan para entrepreneur untuk merealisasikan idenya.

"Generasi milenial ini punya banyak kreatifitas tapi kadang idenya tidak dapat direalisasikan karena kurangnya fasilitas, modal dan lainnya. Kickstart ingin beri dorongan dan fasilitas agar ide tersebut direalisasikan," kata Jeffri saat pengumuman pemenang Nescafe Kickstart dari Jakarta di Komunitas Salihara, Pasar Minggu, Rabu (9/8/2017).

Pihaknya melakukan kampanye ke 20 kampus di 6 kota untuk memberikan kesempatan anak-anak muda mengikutsertakan idenya.

Leonard Theosabrata, salah satu juri Nescafe Kickstart dan juga pendiri Indoestri dan Co-founder The Goods Dept serta Brightspot Market sependapat bahwa wirausaha di kalangan anak muda sedang marak. Dukungan Pemerintah maupun swasta sangat penting agar ide-ide dari anak muda bisa jadi terus muncul. Terutama juga mengembangkan mental anak-anak muda bahwa menjadi entrepreneur diperlukan mental yang kuat, dan dimulai dari mindsetnya sejak awal.

"Kepercayaan dan passion yang akan mengawal usaha mereka karena ujian penting dari usaha adalah berhasil di market, ada tidaknya benefit," ujar Leonard.

Setelah melalui penjurian yang alot, akhirnya diputuskan Goldenude, produk kecantikan perona pipi yang dihasilkan oleh Gwyneth Evelyn, Nathania Priscilla, dan William Andrean menjadi pemenang dan berhak mendapat Rp 50 juta.

Menurut Leonard, hal penting yang membuat Goldenude menjadi pemenang, adalah ide, keunikan produk, serta kejelian melihat kebutuhan pasar.

Gwyneth mengatakan, Goldenude merupakan perona pipi berbentuk kertas. Kertas khusus itu tinggal diselipkan dengan dua jari lalu disapukan ke pipi. Setelah digunakan kertas itu bisa dibuang. Ide itu berasal dari kenyataan banyak kosmetik yang terbuang karena keburu kadaluarsa sebelum dihabiskan. Seperti diketahui, kosmetik yang telah dibuka tidak disarankan digunakan setelah enam bulan kemudian.

Dengan tagline blush without brush, Gwyneth yakin produknya yang dijual seharga Rp 30.000 untuk 30 lembar ini disukai kalangan wanita muda. Bahkan ia menargetkan produknya punya pasar sekitar 6 juta orang. Ia mengaku baru memproduksi sekitar 4 bulan dan saat ini dalam proses uji BPOM.Bahkan sudah ada yang menawarkan kerjasama namun belum difollow up.

Jeffri mengatakan selain mendapatkan uang, pemenang juga mendapatkan pelatihan, monitoring serta mengikuti pameran Brightspot Market dalam waktu dekat.

Penulis: Lilis Setyaningsih
Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help