WartaKota/
Home »

News

» Jakarta

Lokasi Ex JP 05 segera Dibongkar untuk Fungsi Jalur Hijau Meski Nasib Pedagang Tak Jelas

Pemkot Jakpus rencananya akan membongkar lokasi berdagang yang sudah berpuluh-puluh tahun dipakai pada pertengahan September mendatang.

Lokasi Ex JP 05 segera Dibongkar untuk Fungsi Jalur Hijau Meski Nasib Pedagang Tak Jelas
Warta Kota/Rangga Baskoro
Nasib 20 pedagang yang di antaranya para pengusaha ikan hias, bengkel, warung kelontong, percetakan beserta pigura, tak memiliki kejelasan. 

WARTA KOTA, CEMPAKA PUTIH -- Mochammad Solihin (43), Koordinator Ex-JP 05 di Jalan Cempaka Putih Barat Raya menyayangkan rencana Pemkot Jakpus karena mereka akan membongkar lokasi berdagang mereka yang sudah berpuluh-puluh tahun digunakan pada pertengahan September mendatang.

Nasib para pedagang pun terlunta-lunta karena pihak Pemkot Jakpus tak menyediakan lahan relokasi bagi mereka.

Padahal, Solihin mengaku pernah mencoba untuk mengusulkan kepada Sudin KUMKP Jakpus agar loksem dijadikan lokasi yang direstui.

"Tahun 2015 kami ajukan. Saya data pedagang-pedagangnya. Sudah menghubungi juga pihak KUMKP dan Wali Kota Jakpus. Mereka bilang minta waktu dan tempat," ucap Solihin.

Namun pengajuannya terbentur oleh pihak Bank DKI selaku pihak yang juga mengurus terkait biaya retribusi para pedagang yang terdaftar di lokasi binaan milik KUMKP.

"Nah, pihak Bank DKI ini gak ada waktunya, sehingga gak pernah diketemukan. Sampai sekarang akhirnya begini-begini saja," keluhnya.

Oleh sebab itu, nasib 20 pedagang yang di antaranya para pengusaha ikan hias, bengkel, warung kelontong, percetakan beserta pigura, tak memiliki kejelasan.

Di sisi lain, Camat Cempaka Putih, Andri Ferdian mengatakan akan mencoba untuk mengakomodir sejumlah pedagang, meski tak semua pengusaha bisa dipindahkan.

"Di sana kan ada penjual ikan, akan kami coba dorong ke sentra ikan hias. Kami memang tak menyediakan lahan relokasi. Karena itu ranahnya Sudin KUMKP Jakarta Pusat," ujar Andri. (Rangga Baskoro)

Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help