WartaKota/
Home »

News

» Jakarta

Dinas Pendidikan akan Tegur Sekolah yang Gurunya Jadi Pelaku Aksi Chat Porno

Dinas Pendidikan DKI akan menegur SMP swasta di Jakarta Utara yang salah satu gurunya berurusan dengan polisi karena kasus chat porno.

WARTA KOTA, PALMERAH -- Dinas Pendidikan DKI Jakarta akan memberikan teguran kepada SMP swasta terkenal di Jakarta Utara yang salah satu gurunya kini harus berurusan dengan polisi menyusul kasus pornoaksi  yang dilakukannya terhadap empat siswinya.

TS, guru mata pelajaran Bahasa Inggris sekaligus salah satu wali kelas di sekolah ini harus berurusan dengan polisi karena diduga melakukan aksi pengiriman konten tergolong pornografi  kepada empat siswanya.

Namun, untuk kasus pidananya,  pihak Dinas Pendidikan DKI menyerahkannya kepada polisi, yakni aparat Kepolisian di Polda Metro Jaya.

"Kita akan berikan teguran kepada sekolahnya. Karena sekolah swasta, kami tidak ada kewenangan," kata Sekretaris Dinas Pendidikan Susi Nurhati saat dihubungi Warta Kota, Minggu (13/8).

Susi mengaku baru mengetahui kejadian tersebut. Oleh sebab itu, pihaknya akan menelusuri kasus dugaan chat porno tersebut. "Baru tahu saya ini. Nanti saya telusuri dulu," ungkapnya.

Namun dia menegaskan kasus tersebut akan diserahkan kepada pihak berwajib. "Kalau urusan pidana sudah masuk ke ranah kepolisian," ucap dia.

Chat Line malam hari
Dari tempat terpisah, Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya,  AKBP Hendy F Kurniawan,  menjelaskan bahwa kasus ini terbongkar setelah orangtua murid menemukan isi percakapan anaknya dengan TS melalui aplikasi Line.

"TS mengirimkan pesan kepada muridnya yang berisi konten pornografi dan tidak sepantasnya dilakukan seorang guru sebagai pendidik kepada muridnya," ujar Hendy.

Orangtua yang resah itu kemudian mengadukan perbuatan TS ke Polda Metro Jaya. TS kwmudian ditangkap oleh petugas Unit II Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya pimpinan Kompol Ari Cahya Nugraha di sekolahnya yang terletak di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, Kamis 10 Agustus 2017.

"Tersangka ini sering nge-chat muridnya pada malam hari," tambahnya.

Adapun modus yang dipilihnya adalah mengajak ngobrol korban melalui Line. Jika korban memberikan tanggapan, tersangka lalu mengirimkan foto-foto dan chatingan berkonten pornografi.

"Setelah diladeni sama korban, tersangka ini malah mengirimkan foto-foto porno sehingga orang tua resah dan melaporkan ke kami," tuturnya.

Penulis: Bintang Pradewo
Editor: YB Willy Pramudya
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help