WartaKota/

Pentingkan Kemenangan dan Kekompakan, Prabowo Kemungkinan Tak Maju di Pilpres 2019

Direktur Lembaga Lingkar Madani (LIMA) Ray Rangkuti mengatakan, Pilpres 2019 kemungkinan tak lagi mempertemukan Joko Widodo dan Prabowo Subianto.

Pentingkan Kemenangan dan Kekompakan, Prabowo Kemungkinan Tak Maju di Pilpres 2019
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (kiri) dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kanan), melakukan salam komando usai mengadakan pertemuan di Kediaman Susilo Bambang Yudhoyono di Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Kamis (27/7/2017) malam. 

WARTA KOTA, KEBAYORAN BARU - Direktur Lembaga Lingkar Madani (LIMA) Ray Rangkuti mengatakan, Pilpres 2019 kemungkinan tak lagi mempertemukan Joko Widodo dan Prabowo Subianto.

Ia mengungkapkan hal tersebut memungkinkan terjadi, bila melihat karakter politik Prabowo Subianto. Hal tersebut tercermin pada Pilkada Jakarta 2017.

"Pilkada Jakarta lalu menunjukkan petahana kalah melawan pendatang baru. Ada kemungkinan hal tersebut terulang di Pilpres 2019.

Melihat karakter Prabowo Subianto yang mementingkan kemenangan dan kekompakan, dia rela tidak maju langsung dalam kontestasi," ujarnya saat ditemui di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (11/8/2017).

Baca: Animo Masyarakat Tinggi, KAI Travel Fair Bakal Digelar Setiap Tahun

"Itu juga terlihat dalam Pilkada Jakarta 2017 lalu, saat posisi cagub diisi Anies Baswedan dan bukan dari kader Gerindra. Prabowo memang lebih mementingkan kemenangan dan kekompakan dibandingkan ego-nya," sambung Ray.

Namun, ada satu hal yang menghambat, yakni ego politik Prabowo itu sendiri.

Menurut survei sementara, elektabilitas Prabowo mencapai angka 35 persen, atau berbeda 10 persen di bawah Jokowi.

"Tapi angka itu akan berhenti di situ saja. Karena nanti akan ada hantaman masa lalu seperti masalah HAM yang akan menghampiri," ulas Ray.

Baca: Jessica Iskandar Belajar Bisnis Kopi di Italia

"Yang kedua adalah isu pemain lama yang tidak menarik lagi bagi pemilih. Prabowo sudah empat kali tampil di panggung pilpres, dan itu akan mempengaruhi pandangan pemilih muda," sambungnya.

Ia juga mengatakan akan sulit menemukan pengganti Prabowo jika ia benar-benar tak maju di Pilpres 2019.

"Mungkin Agus Harimurti Yudhoyono yang memang disiapkan ayahnya," ucap Ray. (Rizal Bomantama)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help