WartaKota/

Pendapatan Tak Naik Tapi Gaya Hidup Masyarakat Mulai Berubah

Meskipun pendapatan tak meningkat, pola konsumsi mayasrakat dikatakan tengah bergerak dari barang-barang biasa ke komoditas untuk waktu luang.

Pendapatan Tak Naik Tapi Gaya Hidup Masyarakat Mulai Berubah
Antara
Suhariyanton, Kepala Badan Pusat Statistik 

WARTA KOTA, MATRAMAN -- Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto mengatakan, saat ini sedang terjadi perubahan perilaku konsumsi pada masyarakat.

Dikemukakannya, pola konsumsi mayasrakat tengah bergerak dari barang-barang biasa menuju komoditas yang termasuk dalam kegiatan waktu luang.

Dia juga  menyebut munculnya kecenderungan pada masyarakat untuk bertamasya dan berekreasi meskipun pendapatannya tetap.

"Konsumsi untuk leisure naik dan itu menunjukkan masyarakat sudah mulai memikirkan gaya hidup," kata Suhariyanto dalam diskusi di Kementerian Komunikasi dan Informatika, Jakarta, Sabtu.

Dijelaskannya, komoditas yang termasuk dalam kegiatan waktu luang antara lain menginap di hotel dan mengunjungi restoran, tempat rekreasi, dan kegiatan kebudayaan.

"Jadi shifting-nya adalah mengurangi konsumsi yang tadinya non-leisure untuk konsumsi leisure," ucapnya.

Secara lugas dia mengatakan, ketika pendapatan tetap atau tak mengalami peningkatan, masyarakat memiliki kecenderungan untuk bertamasya dan rekreasi, yang indikasinya ditunjukkan oleh banyaknya destinasi yang menawarkan komoditas plesiran yang murah.

"Memang ada shifting menuju ke sana. Entah ini bagian gaya hidup atau karena masyarakat sudah penat dan ingin take a break," ucap Suhariyanto.

Faisal Basri
Faisal Basri (Tribunnews.com)

Pada acara yang sama, pengamat ekonomi Faisal Basri menyebutkan terdapatnya gejala pergeseran pola konsumsi akibat perubahan gaya hidup kelas menengah-atas, yang mencakup 60 persen lapisan masyarakat.

Kelas menengah-atas ini dinilai kian menggemari kegiatan turisme. Hal ini tampak dari nilai tambah sektor transportasi, pergudangan, dan hospitalitas yang terus bertumbuh.

"Jumlah penumpang angkutan udara domestik meningkat 10,22 persen (Januari-Juni 2017). Itu konsumsi juga. Penumpang kereta api juga tumbuh cukup tinggi yaitu 8,53 persen (Januari-Juni 2017)," kata dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia tersebut. (wip)

Editor: YB Willy Pramudya
Sumber: Antara
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help