WartaKota/

Fahri Hamzah: Postur Jokowi Enggak Ada Tampang Otoriter, Tidak Diktator

Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah mengkritik pernyataan Presiden Joko Widodo yang membantah dirinya otoriter.

Fahri Hamzah: Postur Jokowi Enggak Ada Tampang Otoriter, Tidak Diktator
ANTARA /Puspa Perwitasari
Presiden Joko Widodo (kanan) memberikan pertanyaan kepada peserta Silaturahmi Ulama Pondok Pesantren di Pondok Pesantren Minhajjurrosyidiin, Lubang Buaya, Jakarta, Selasa (8/8/2017). 

WARTA KOTA, SENAYAN - Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah mengkritik pernyataan Presiden Joko Widodo yang membantah dirinya otoriter.

Fahri menjelaskan, Jokowi tidak menjelaskan maksudnya membantah tudingan otoriter.

Begitu juga dengan sebutan klemer-klemer yang ditujukan kepadanya di awal memimpin RI.

"Jadi kritik kepada Pak Jokowi itu harus konten. Misalnya Jokowi katakan, saya lemah dibilang klemer-klemer, saya nutup ormas dibilang otoriter.

"Jadi saya ini klemer-klemer apa otoriter? Ini sebenarnya, kan ambigu yang harus dijelaskan. Pak Jokowi sebagai postur enggak ada tampang otoriter, tidak diktator," kata Fahri kepada wartawan di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (11/8/2017).

Baca: Gubernur Sulsel Minta Makassar Jadi Ibu Kota Negara, Jusuf Kalla Bilang Begini

Fahri menjelaskan, Jokowi hidup dalam rezim demokrasi. Dirinya malah menyindir perawakan Jokowi yang menurutnya 'tidak kuat'.

"Beda kalau orang bilang negara yang rezimnya otoriter, saya sering sebut beberapa negara tertutup, misalnya Korea Utara. Mau imut-imut pemimpinnya, tetap saja dia otoriter."

"Dia bisa mengeksekusi pamannya, hukum enggak bicara. Sementara, Pak Jokowi hidup di negara demokrasi. Sudah negaranya demokrasi, tampangnya juga begitu, tidak kuat gitu," tutur Fahri.

Politikus yang dipecat dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menilai, meskipun tidak kuat, tapi Jokowi mengesahkan Perppu Ormas.

Halaman
12
Penulis: Wahyu Aji
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help