Ditpolair dan Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan 6.900 Botol Miras dan 59 Pak Cerutu Ilegal

Barang bukti akan diserahkan kepada Bea Cukai, melalui Kantor Wilayah Ditjen Bea Cukai Jakarta.

Ditpolair dan Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan 6.900 Botol Miras dan 59 Pak Cerutu Ilegal
WARTA KOTA/PANJI BASKHARA RAMADHAN
Ditpolair Baharkam Polri dan Ditjen Bea Cukai Wilayah Jakarta, menggagalkan penyelundupan 6.900 botol minuman keras (miras) ilegal dan 59 pak cerutu dari Malaysia dan Singapura, Sabtu (5/8/2017) pekan lalu. 

WARTA KOTA, TANJUNG PRIOK - Ditpolair Baharkam Polri dan Ditjen Bea Cukai Wilayah Jakarta, menggagalkan penyelundupan 6.900 botol minuman keras (miras) ilegal dan 59 pak cerutu dari Malaysia dan Singapura, Sabtu (5/8/2017) pekan lalu.

"Ada 6.900 botol miras dan 59 cerutu yang kita amankan, bersama delapan orang yang statusnya kini masih jadi saksi. Semua barang bukti saat itu dibawa di atas kapal penumpang Dorolonda dari Pelabuhan Kijang Kepulauan Riau, menuju Pelabuhan Tanjung Priok," ucap Direktur Polair Korpolairud Baharkam Polri Brigjen Lotharia Latif, di Baharkam Polair Tanjung Priok, Sabtu (12/8/2017).

Sebanyak 6.900 botol miras tersebut bermerek ternama dan mahal.

Baca: Sri Mulyani Sarankan Dana Haji Diinvestasikan ke Surat Utang Negara

"Ribuan miras itu bukan oplosan, karena terdiri dari berbagai macam merek terkenal. Mengenai kasus ini masih dalam pengembangan beserta penelitian kami," kata Latif.

Latif menerangkan, barang bukti akan diserahkan kepada Bea Cukai, melalui Kantor Wilayah Ditjen Bea Cukai Jakarta. Menurutnya, kasus ini terungkap berkat kerja sama dengan Kementrian Keuangan.

"Penggagalan penyelundupan ini, ada delapan orang diamankan dan berstatus sebagai saksi. Mereka, ada yang bertugas sebagai porter, dan belum ada tersangka," jelas Latif. (*)

Penulis: Panji Baskhara Ramadhan
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help