WartaKota/

Polisi yang Dipukul Oknum TNI di Pekanbaru Ternyata Mantan Pemain Sinetron

Yoga menghabiskan masa sekolahnya dari SD hingga SMA di Pekanbaru. Dua saudara laki-laki Yoga yang lainnya juga berprofesi sebagai polisi.

Polisi yang Dipukul Oknum TNI di Pekanbaru Ternyata Mantan Pemain Sinetron
TRIBUN PEKANBARU/RIZKY ARMANDA
Bripda Yoga Vernando 

WARTA KOTA, PEKANBARU - Bripda Yoga Vernando,  anggota Satlantas Polresta Pekanbaru yang bersitegang dengan oknum anggota TNI Serda WS, ternyata pernah main sinetron.

Saat berkesempatan berbincang dengan Tribun, Bripda Yoga Vernando mengisahkan, sebelum masuk polisi, ia pernah ikut syuting sinetron.

"Dua tahunan lah, sekitar tahun 2013 sampai 2014. Ada dua sinetron waktu itu," ungkapnya.

Baca: Anggota TNI Pemukul Polantas Ternyata Alami Depresi Sejak Pulang Tugas dari Papua

Ada pun dua sinetron tersebut adalah Ganteng-Ganteng Serigala dan Diam-Diam Suka. Keduanya tayang di SCTV.

"Saya main enam episode di GGS, dan empat episode di DDS," jelas pemuda kelahiran 4 November 1994 ini.

Anak ketiga dari tiga bersaudara pasangan Iptu Oktavianus dan Rita Herianti ini melanjutkan, sebelum menjadi personel Satlantas, ia lebih dulu bertugas di Sat Sabhara Polresta Pekanbaru pada 2015.

Baca: Kapolresta Pekanbaru Siang Ini Berikan Penghargaan kepada Polisi yang Dipukul Anggota TNI

"Dua bulan tugas di Sabhara, lalu jadi ajudannya Pak Wakapolresta Ady Wibowo. Baru pindah ke Lantas," paparnya.

Yoga menghabiskan masa sekolahnya dari SD hingga SMA di Pekanbaru. Dua saudara laki-laki Yoga yang lainnya juga berprofesi sebagai polisi. Tampaknya, Yoga dan saudaranya ingin melanjutkan jejak sang Ayah yang kini bertugas di Polres Siak.

Saat disinggung soal insiden yang dialaminya kemarin sore, Yoga mengungkapkan tak mau terlalu ambil pusing.

Baca: Serda WS Juga Pernah Terlibat Insiden dengan Polantas di Padang, Kini Kaki dan Tangannya Dirantai

Saat peristiwa pemukulan yang dilakukan Serda WS tersebut, Yoga mengaku dirinya berusaha tetap sabar dan tidak ingin terpancing emosi.

"Saya memang waktu itu berusaha sabar saja, bang, tidak mau ikut emosi. Terlebih waktu itu masyarakat juga sudah ramai berkumpul. Padahal, sebelumnya saya juga sempat mengajak dia (WS) untuk bicara baik-baik," tuturnya. (Rizky Armanda)

Editor: Yaspen Martinus
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help