WartaKota/
Home »

News

» Jakarta

Horee, Penunggak Pajak Kendaraan Bermotor Diberikan Pemutihan Sampai Akhir Bulan

Razia yang dilakukan dari jam 14.00 hingga 16.00 tersebut memberhentikan ratusan pengendara yang mayoritas adalah para pengemudi sepeda motor.

Horee, Penunggak Pajak Kendaraan Bermotor Diberikan Pemutihan Sampai Akhir Bulan
Rangga Baskoro
Razia yang menyasar para penunggak pajak kendaraan bermotor di Jalan Lapangan Banteng Selatan, Sawah Besar, Jakarta Pusat, Jumat (11/8). 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Rangga Baskoro

WARTA KOTA, SAWAH BESAR -- Pihak Badan Pajak dan Retribusi Daerah DKI Jakarta dibantu oleh aparat kepolisian dari Samsat Jakarta Pusat mengadakan razia menyasar para penunggak pajak kendaraan bermotor di Jalan Lapangan Banteng Selatan, Sawah Besar, Jakarta Pusat, Jumat (11/8).

Razia yang dilakukan dari jam 14.00 hingga 16.00 tersebut memberhentikan ratusan pengendara yang mayoritas adalah para pengemudi sepeda motor.

"Total kendaraan yang diberhentikan saat operasi sebanyak 232 kendaraan. Dari total tersebut, sekitar 157 kendaraan roda dua dan 75 kendaraan roda empat kami lakukan pengecekan terkait surat-surat berkendara," kata AKP Frans Sihombing, Kanit Samsat Jakarta Pusat di lokasi, Jumat (11/8).

AKP Frans Sihombing, Kanit Samsat Jakarta Pusat saat mengikuti razia para penunggak pajak kendaraan bermotor di Jalan Lapangan Banteng Selatan, Sawah Besar, Jakarta Pusat, Jumat (11/8).
AKP Frans Sihombing, Kanit Samsat Jakarta Pusat saat mengikuti razia para penunggak pajak kendaraan bermotor di Jalan Lapangan Banteng Selatan, Sawah Besar, Jakarta Pusat, Jumat (11/8). (Rangga Baskoro)

Dari total jumlah kendaraan yang diberhentikan, terdapat 39 kendaraan yang ditilang pihak kepolisian. Sebanyak 11 kendaraan bermasalah terkait PKB/BBNKB nya. Sedangkan sisanya ditindak lantaran tak memiliki SIM.

"Jadi kami mencatat sebanyak 39 kendaraan yang melanggar. Ada 30 unit sepeda motor dan 9 mobil. Sedangkan kendaraan yang ditahan sebanyak 4 unit sepeda motor lantaran tak bisa menunjukkan STNK kendaraan," ujarnya.

Razia yang dilakukan kali ini dikhususkan untuk para penunggak pajak. Namun bukan bearti yang tak memiliki SIM bisa lolos dari operasi. Frans menambahkan razia kali ini diberlakukan pemutihan denda pajak.

"Kalau pemutihan itu gak pakau dendanya. Biasanya kalau telat sehari saja kan ada denda yang terus berlipat dari hari ke hari. Nah bulan ini dendanya dihapuskan. Kami berlakukan sampai tanggal 31 Agustus," tutur Frans.

Operasi dilakukan berpindah-pindah. Frans tak bisa memberitahukan terkait titik mana saja yang akan dilakukan razia dalam sebulan ke depan.

"Operasi ini akan kami lakukan berpindah-pindah. Tentu dimana saja letaknya dan hari-harinya gak bisa kami kasih tahu. Nanti malah gak ada yang lewat pas operasi. Razia sifatnya rahasia. Yang jelas, di titik yang sama, akan kami lakukan selama dua minggu sekali. Jadi nanti di Jalan Lapangan Banteng Selatan, kira-kira akan ada razia lagi dua minggu dari sekarang," ujarnya.

Sedangkan diberlakukannya pemutihan bertujuan untuk mengajak masyarakat untuk membayar pajak kendaraannya. Pendapatan dari pajak, sambung Frans, dialokasikan untuk pembangunan kota Jakarta.

"Adanya pemutihan biar mengajak masyarakat untuk membayar pajak. Jakarta ini kan sudah begitu pesat. Masa mampu beli kendaraan tapi bayar pajaknya gak bisa?" katanya. (*)

Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help