WartaKota/
Home »

Depok

Tekan Perundungan dan Tindak Pidana oleh Anak, Sistem Peradilan Pidana Anak Layak Direvisi

Lebih agresif dan brutalnya anak dalam tindak pidana belakangan ini, boleh jadi merupakan saat yang tepat untuk melakukan revisi terhadap UU SPPA.

Tekan Perundungan dan Tindak Pidana oleh Anak, Sistem Peradilan Pidana Anak Layak Direvisi
Kompas.com
Konferensi pers terkait kasus pelecehan seksual terhadap anak di TK Jakarta International School digelar di Griya Dewantara, Jl. RS Fatmawati, Jakarta Selatan, Sabtu (19/4/2014). Selain orangtua AK dan pengacaranya, hadir pula ahli Psikologi Forensik, Reza Indragiri Amriel, Dirjen PAUDNI, dan KPAI. 

WARTA KOTA, DEPOK - Kepala Bidang Pemenuhan Hak Anak Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Reza Indragiri Amriel menilai, lebih agresif dan lebih brutalnya siswa atau anak dalam tindak pidana belakangan ini, boleh jadi merupakan saat yang tepat untuk melakukan revisi terhadap Undang-Undang Sistem Peradilan Pidana Anak (UU SPPA) yang berlaku di Indonesia.

"Melalui revisi, anak yang melakukan tindak pidana tertentu dapat diproses hukum laiknya orang dewasa. Orang tua mereka pun dipaksa untuk mengikuti seluruh proses hukum, bahkan dapat turut menanggung konsekuensi pemidanaan," kata Reza yang juga dikenal sebagai Pakar Psikologi Forensik, kepada Warta Kota, Kamis (10/8/2017).

Ia memaparkan beberapa waktu lalu di Jawa Barat, ada siswa tewas diduga karena dianiaya teman-temannya.

"Di Riau, siswa menenggelamkan diri ke sungai diduga karena tak tahan menerima perundungan rekan-rekannya. Padahal 23 Juli lalu Presiden berfatwa, Jangan mem-bully," kata Reza.

Baca: Dua Perusahaan Siap Rebut Proyek Pemasangan Lampu Jalan Koridor 13 Transjakarta

Karenanya tambah Reza, hal itu menunjukkan kian nyata bahwa dibutuhkan sistem vital semacam akreditasi, misalnya, untuk menakar kesungguhan sekolah dalam menjadikan lingkungannya nirkekerasan atau bebas dari kekerasan dan bullying.

"Sisi lain, karena perundungan merupakan aksi berulang, maka adakah kemungkinan pendidik secara sengaja membiarkan bahkan menyepelekan perundungan di kalangan anak didik?" tanya Reza.

Jika ya, katanya, hal itu merupakan bentuk perlakuan salah dan penelantaran anak.

"Kalau demikan adanya, mereka bisa dikenai pidana dengan memfungsikan UU Perlindungan Anak," katanya.

Atau kata dia mungkinkah juga para siswa hari ini jauh lebih brutal.

Baca: Inilah Daftar Para Artis yang Tersangkut Kasus Narkoba Baru-baru Ini

"Kalau mereka memang lebih agresif, maka boleh jadi sudah tiba saatnya dilakukan revisi terhadap UU Sistem Peradilan Pidana Anak, dimana anak yang melakukan tindak pidana tertentu dapat diproses hukum laiknya orang dewasa," papar Reza.

Bahkan kata Reza, orang tua mereka pun dapat dipaksa untuk mengikuti seluruh proses hukum, bahkan turut menanggung konsekuensi pemidanaan dalam revisi UU SPPA tersebut.

Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help