WartaKota/

Pembongkaran Musala untuk Pembangunan Kereta Bandara Makin Bergejolak

Jangan main sewenang - wenang saja dong. Masyarakat di sini juga berhak pengganti Mushola. Karena memang dibangun bersama - sama dan ada sertifikatnya

Pembongkaran Musala untuk Pembangunan Kereta Bandara Makin Bergejolak
Warta Kota/Andika Panduwinata
Pembongkaran rumah ibadah untuk akses pembangunan Kereta Bandara Soekarno Hatta semakin bergejolak. Masyarakat mendadak geram lantaran ketidakjelasan relokasi Musala. 

WARTA KOTA, TANGERANG - Pembongkaran rumah ibadah untuk akses pembangunan Kereta Bandara Soekarno Hatta semakin bergejolak. Masyarakat mendadak geram lantaran ketidakjelasan relokasi Musala.

Seperti diberitakan Warta Kota sebelumnya, Mushola Ar Rahman di RT 04 / RW 07 Kelurahan Tanah Tinggi, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang terkena dampak dalam pembebasan lahan proyek Kereta Bandara.

Warga sekitar menolak keras apabila rumah ibadah itu digusur tanpa penggantinya.

Mushola ini keberadaanya satu paket bidang dengan Sekolah Madrasah yang berhimpitan di sisinya.

Sekolah Madrasah itu sudah dibongkar, dan direlokasi ke daerah Komplek Guruminda, Kelurahan Tanah Tinggi, Tangerang.

"Ini semakin enggak jelas. Makanya kami berkumpul. Dan hari ini mau kirim surat terbuka kepada pihak - pihak terkait," ujar satu dari masyarakat setempat, Muslim kepada Warta Kota di Tanah Tinggi, Tangerang, Kamis (10/8/2017).

Muslim menjelaskan nasib rumah ibadah itu kini terkatung - katung proses pemindahannya.

Makanya warga masih berjaga - jaga dan enggan mushola tersebut dibongkar begitu saja.

"Kami kirim surat ini berisikan point - point yang ada di dalamnya. Kalau mau gusur, ya ganti atau bangun mushola lagi untuk warga di daerah sini," ucapnya.

Menurut Muslim, surat tersebut dilayangkan kepada Wali Kota Tangerang, DPRD, Camat, Lurah, Kesbangpol, dan PT KAI. Ia menyatakan warga sekitar akan terus kompak mengawal proses pembebasan lahan pada rumah ibadah itu.

Halaman
12
Penulis: Andika Panduwinata
Editor: Adi Kurniawan
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help