WartaKota/
Home »

Depok

Dinsos Depok Akan Gandeng IMJ, Saat Gelar Razia PMKS

Sebab dari hasil penjangkauan PMKS sebelumnya, sebagian besar yang terjaring adalah para pengamen jalanan.

Dinsos Depok Akan Gandeng IMJ, Saat Gelar Razia PMKS
Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Razia PMKS di Depok pada Selasa (8/8/2017) malam sampai Rabu (9/8/2017) dinihari lalu. Dari 26 PMKS yang terjaring, 16 orang diantaranya pengamen jalanan. 

WARTA KOTA, DEPOK - Dinas Sosial (Dinsos) Kota Depok berencana akan menggandeng Institut Musik Jalanan (IMJ), sebuah komunitas dan wadah ekspresi pengamen jalanan yang bermarkas di Depok, saat menggelar razia atau penjangkauan penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) di Depok.

Sebab dari hasil penjangkauan PMKS sebelumnya, sebagian besar yang terjaring adalah para pengamen jalanan.

Dengan menggandeng IMJ, maka para pengamen jalanan itu akan diserahkan ke IMJ, untuk dibina hingga layak mendapatkan Kartu Bebas Ngamen atau Supercard (Support Performer Card) Depok, sebuah program yang digagas IMJ dan tengah dijalankan Pemkot Depok.

Setelah mendapat Supercard Depok, mereka akan ditempatkan mengamen di lokasi usaha atau mal, restoran dan cafe di Depok yang ditunjuk Pemkot Depok dengan lebih layak. Sehingga mereka diharapkan tak kembali lagi ke jalanan.

Program serupa yakni Supercard ini, juga sudah dan sedang dijalankan Kemendikbud di Jabodetabek, guna menjaring pengamen jalanan di Jabodetabek yang layak dan berbakat untuk mengamen ditempat yang lebih layak yang difalisitasi Kemendikbud.

Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinsos Depok Devi Maryori mengatakan masih banyaknya pengamen jalanan yang tejaring operasi PMKS membuat pihaknya akan berkordinasi dahulu dengan IMJ sebelum menggelar operasi ke depannya.

"Karenanya untuk penjangkauan PMKS dan anak jalanan berikutnya, kami berencana akan berkordinasi dahulu dengan IMJ. Hal ini sudah kami bicarakan," kata Devi, kepada Warta Kota, Kamis (10/8/2017).

Sehingga kata dia jika ada pengamen jalanan yang terjaring, mereka akan diserahkan ke IMJ untuk dibina dan tak lagi dibawa ke panti rehabilitasi sosial milik Kemensos di Cipayung, Jakarta Timur.

"Ini bagian dari program Supercard Depok," katanya.

Pendiri IMJ, Andi Malewa mengaku sangat setuju dengan rencana Dinsos Depok tersebut dan akan berkordinasi lebih lanjut dengan Dinsos Depok saat mereka akan menggelar penjangkauan PMKS. "Selama tujuannya baik dan akan komitmen dengan pembinaan dan penempatan mereka kelak, tentu saja kami sangat setuju," kata Andi, kepada Warta Kota, Kamis.

Seperti diketahui dari 26 orang PMKS yang dijaring petugas Dinsos Kota Depok bersama Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Depok, Selasa (8/8/2017) malam sampai Rabu (9/8/2017) dinihari lalu, sebanyak 16 orang diantaranya adalah pengamen jalanan.

Sementara sisanya adalah 8 anak jalanan, 1 pedagang tisu dan 1 orang pengemis. Mereka belum dibawa ke IMJ dan masih diserahkan ke Panti Rehabilitasi Sosial Kemensos di Cipayung

Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Adi Kurniawan
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help